Menaker: Generasi Muda Harus Siap Beradaptasi dengan Perubahan Dunia Kerja

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan generasi muda perlu terus memperkuat kompetensi dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, serta perubahan demografi turut mengubah jenis pekerjaan dan cara pekerjaan dilakukan. Perubahan tersebut menuntut generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Dalam menyikapi perubahan tersebut, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah. Kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar,” ujar Yassierli dalam Kuliah Umum Universitas Baiturrahmah di Padang, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga :  Jelang Hari Armada RI Ke-76, Danlantamal I Pimpin Ziarah Ke TMP Bukit Barisan

Ia mengatakan generasi muda perlu membekali diri melalui reskilling dan upskilling. Peningkatan kompetensi tidak hanya membantu menghadapi perubahan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang untuk memasuki jenis pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Menurut Yassierli, Kemnaker mendorong penguatan core skills dan integrated skills. Core skills mencakup kompetensi teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman praktik. Sementara itu, integrated skills menekankan kemampuan menggabungkan berbagai kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.

“Di tengah perkembangan AI, peran manusia dalam kreativitas, empati, integritas, kemampuan mengambil keputusan harus terus diperkuat. Karena itu, kita perlu belajar bekerja bersama teknologi,” kata Yassierli.

Baca Juga :  ‎Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026

Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi juga perlu dibangun melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam mengembangkan kompetensi.

Kemnaker mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi yang berlandaskan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Dunia kerja akan terus berubah. Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pendukungnya tersedia,” ujarnya.

(B H K)

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional untuk 2.000 Peserta di Cirebon
Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Terdampak PHK
ASEAN Eng. dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan
Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK agar Siap Kerja atau Berwirausaha
Kemnaker Targetkan Pembangunan 60 Balai untuk Perluas Akses Pelatihan Kerja
Disetujui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
‎Kemnaker Tekankan Pelindungan Ketenagakerjaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:26 WIB

Menaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional untuk 2.000 Peserta di Cirebon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Terdampak PHK

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:29 WIB

ASEAN Eng. dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK agar Siap Kerja atau Berwirausaha

Berita Terbaru