‎Disdagperin Kota Bekasi Fasilitasi 12 IKM Dapatkan Sertifikasi Gratis dan Rampungkan Agenda Unggulan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi mencatatkan tiga program utama pada Bidang Perindustrian yang direncanakan sejak Januari hingga September telah dan sedang terealisasi.

Tiga agenda tersebut meliputi Lomba Food Ethnic, Sosialisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta Fasilitasi Sertifikasi bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
‎
‎Tomo, mewakili Kepala Bidang Perindustrian Disdagperin Kota Bekasi, menjelaskan bahwa dua program awal telah rampung dilaksanakan.
‎
‎”Yang sudah terealisasi yaitu lomba Food Ethnic tingkat PKK Kecamatan se-Kota Bekasi, itu sudah berjalan. Terus sosialisasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sesuai Perpres,” ujar Tomo, Selasa (22/09/2026) di ruang kerjanya.
‎
‎Untuk kegiatan Food Ethnic, pemenang di tingkat kota nantinya diproyeksikan untuk mewakili Kota Bekasi ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
‎
‎Sementara itu, sosialisasi TKDN digelar untuk memberikan pemahaman regulasi kepada para pelaku industri dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian.
‎
‎Saat ini, fokus utama Disdagperin Kota Bekasi berada pada program fasilitasi sertifikasi IKM yang meliputi pengurusan ISO, SNI, hingga HACCP. Seluruh pembiayaan program ini ditanggung penuh oleh APBD Kota Bekasi sehingga pelaku usaha tidak dikenakan biaya.
‎
‎”Yang masih berjalan saat ini adalah fasilitasi sertifikasi untuk para pelaku usaha IKM. Ini kegiatan akhir kita,” jelas Tomo.
‎
‎Proses seleksi sertifikasi ini telah dimulai sejak Juli dengan pendaftaran terbuka secara daring. Dari sekitar 150 pelaku IKM yang mendaftar, tim kurator dan konsultan melakukan seleksi berkas serta verifikasi lapangan hingga menetapkan 12 IKM terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap sertifikasi.
‎
‎”Dari 150 pendaftar lewat Bitly, kita seleksi berkas dan peninjauan lapangan bersama konsultan. Terpilih 12 IKM yang benar-benar siap. Saat ini proses menuju penerbitan sertifikat dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) masih terus berjalan,” pungkas Tomo.
‎
‎Pelaksanaan seluruh agenda di awal hingga pertengahan tahun ini sengaja dirancang agar penyerapan program dapat berjalan optimal tanpa terburu-buru mendekati batas akhir tahun anggaran.
‎

Baca Juga :  Berikan Kuliah Politik Hukum Program Doktor, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Kaji Sistem Demokrasi Pemilihan Langsung

Berita Terkait

Dialog Pers PWI Bekasi Raya: Anggaran, Pelibatan Media Lokal, dan Gaung Porprov Jabar 2026 Jadi Sorotan
BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Saat Pengukuhan Pengurus Provinsi Jawa Barat, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:08 WIB

Dialog Pers PWI Bekasi Raya: Anggaran, Pelibatan Media Lokal, dan Gaung Porprov Jabar 2026 Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru