Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Federasi Triathlon Indonesia (FTI) menggelar Technical Meeting (TM) menjelang laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026 di kawasan Danau Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh manajer, pelatih, serta para atlet yang dijadwalkan bertanding pada nomor Aquathlon Super Sprint putra dan putri pada Minggu (8/11/2026).
Dalam sesi TM tersebut, panitia mencatat tiga atlet putra dan satu atlet putri terlambat hadir di lokasi. Berdasarkan regulasi kompetisi yang disepakati, atlet yang terlambat atau tidak mengikuti Technical Meeting akan dikenakan sanksi penalti waktu berupa tambahan durasi 5 detik saat pertandingan berlangsung.
Sementara Satu atlet putri untuk nomor pertandingan Aquatlhon Super Sprint Putri tidak hadir dalam TM dan dikenakan sanksi diskualifikasi.
Kualitas Air Danau Dipastikan Layak
Rapat teknis yang dipimpin langsung oleh Technical Delegate (TD) Dendi Gunawan mengonfirmasi bahwa kondisi perairan Danau Duta Harapan telah melalui pengujian laboratorium teknis.
“Kadar pH air danau sudah diukur dan berada di angka 7,20. Angka tersebut masuk dalam kategori aman dan memenuhi standar untuk nomor perlombaan renang,” jelas Dendi.
Untuk jadwal perlombaan Minggu pagi, sesi persiapan dan latihan diawali pada pukul 08.00 hingga 08.45 WIB. Pihak panitia menegaskan seluruh peserta harus steril dan tepat waktu mengingat area perlombaan akan langsung ditutup. Para pemenang lomba juga hanya diberikan waktu 30 menit untuk berganti pakaian kontingen resmi sebelum mengikuti Upacara Penyerahan Medali (UPP).
Tim Medis Tekankan Protokol Keselamatan Ekstrem di Air
Kekhawatiran dan aspek keselamatan atlet menjadi fokus utama panitia penyelenggara. Ketua Koordinator Kesehatan Tim Medis, dr. Yudia Kuntara, yang didampingi dua personel medis menyampaikan imbauan krusial terkait kondisi fisik para peserta.
Menanggapi insiden fatal yang sempat terjadi pada ajang renang laut di Porprov Jawa Timur pada 5 Oktober 2026—di mana seorang atlet meninggal dunia akibat fitblank (hilang kesadaran/kelelahan ekstrem) dan keterlambatan penanganan—tim medis meminta seluruh pelatih dan manajer untuk tidak memaksakan kondisi fisik atlet.
“Saya sampaikan kepada coach dan manajer, jangan memaksa atlet. Hambatan seperti heat stroke atau gangguan sistem saraf pusat hingga tidak sadarkan diri berisiko fatal di air. Ketika tidak kuat saat berenang, tolong sampaikan atau lambaikan tangan. Tim medis akan disebar di titik-titik siaga untuk melakukan evakuasi cepat,” tegas dr. Yudia.
Selain kesiapan evakuasi fisik, tim medis juga mengantisipasi potensi gangguan pencernaan seperti gastroenteritis akibat ketidaksengajaan tertelan air danau selama fase renang. Para atlet diimbau segera melapor ke posko kesehatan atau rujukan rumah sakit apabila mengalami gejala mual, muntah konsisten, atau infeksi saluran pencernaan pascapertandingan.
Sesuai jadwal yang disepakati, ajang Porprov Jabar XV cabor FTI akan dilanjutkan dengan perlombaan dan TM untuk nomor Aquathlon Distance Sprint putra dan putri pada Minggu, 8 November 2026.
















