Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Sidak ke SPKT dan Samsat Jakarta Selatan

- Jurnalis

Kamis, 16 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TELUSUR NEWS, – Kapolda Metro Jaya Irjen pol Fadil Imran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Samsat Jakarta Selatan, yang terdapat di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Kapolda didampingi Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo berdiskusi dengan salah satu pemohon pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).

“Mau buat SKCK ibu,” kata Fadil Dalam siaran Instagram miliknya Rabu 15 Desember 2021.

“Iya pak,” jawab pengunjung.

“Mau kerja dimana,” tanya Kapolda.

“Di Pemda Pak,” kata pemohon SKCK.

Saat ditanya Fadil berapa bayar pembuatan SKCK, pengunjung tersebut mengatakan belum, masih mengurus.

“Belum sih Pak , masih ngurus administrasi dulu , berkas-berkasnya,” ujarnya.

Kapolda kemudian bertanya kepada petugas pelayanan SKCK, disini gimana masih mengisi formulir.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Kota Bekasi Solid Dampingi Kader di Jalur Hukum

“Lagi mengisi formulir dan pemberkasan ,” kata petugas.

“Berapa bayarnya,” kata Fadil.

“Rp 30 ribu (PNBP) Jenderal,” jawab petugas tersebut.

Saat disindir jika dibayar diluar PNBP pembuatan SKCK , apakah lebihnya diambil.

“Kita kembalikan Jenderal,” ujarnya.

Fadil kemudian berbincang dengan pemohon lainnya dari yang membuat laporan kehilangan BPKB hingga konseling masalah hukum pidana.

Selanjutnya, Kapolda berbincang dengan pengunjung lainnya yang mengurus surat-surat kendaraan di Samsat Jakarta Selatan.

“Ini (proses) mutasi juga, motor” tanya Fadil.

“Iya, motor dari Jakarta Selatan ke Bekasi ,” jawab pengunjung.

Kapolda menanyakan, berapa biaya proses pindah alamat dari Jakarta Selatan ke Bekasi.

“Rp 166.000 (diluar PNBP) ,” jawab warga itu.

Baca Juga :  FWP Sukses Gelar Turnamen Futsal Piala Kapolda Cup 2021 di Tengah Pandemi

Kapolda kemudian bertanya kepada masyarakat apakah sudah disuntik vaksin atau belum.

Saat diminta menunjukkan aplikasi pedulilindungi, salah satu warga baru melakukan vaksin satu kali, Kapolda kemudian menawarkan untuk vaksin.

Dari hasil tinjauan dan sidak di SPKT serta Samsat Jakarta Selatan, Kapolda memberikan beberapa catatan.

“Saya memberi catatan beberapa hal yang perlu dikoreksi agar kualitas pelayanan kami semakin ditingkatkan,” kata Fadil seperti dikutip akun instagramnya.

Fadil meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan adanya petugas yang melakukan pungli.

“Apabila teman-teman menemukan petugas yang melakukan pungli, jangan ragu untuk laporkan ke saya,” ujarnya.

Mari #BergerakBersama untuk menjadi lebih baik.

 

 

 

 

Erzan

Berita Terkait

Superindo Bersama Rumah Zakat Bagikan 100 Paket Bingkisan untuk Keluarga Membutuhkan di Bekasi
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya Jalin Sinergi Program Sosial dengan Rumah Zakat
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemkot Bekasi Resmi Terapkan PJJ Sekolah, Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 22:14 WIB

Superindo Bersama Rumah Zakat Bagikan 100 Paket Bingkisan untuk Keluarga Membutuhkan di Bekasi

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Jumat, 11 September 2026 - 19:43 WIB

DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya Jalin Sinergi Program Sosial dengan Rumah Zakat

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terbaru