Peluit Kontroversial, Air Mata Orang Tua: Ibu-Ibu Bekasi Bela Perjuangan Atlet

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Telusur News, Kota Depok – Pertandingan semifinal basket putra Kota Bekasi di Porprov XV Jawa Barat 2026 telah berakhir. Papan skor mencatat kemenangan Kota Bogor atas Kota Bekasi dengan angka 76-44. Namun, bagi para orang tua atlet, pertandingan Jumat (6/11/2026) malam itu meninggalkan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar kekalahan.

Hingga larut malam, para pendukung dan orang tua atlet basket putra Kota Bekasi masih bertahan di sekitar arena pertandingan. Mereka tidak beranjak begitu saja. Ada kebanggaan terhadap perjuangan anak-anak mereka, tetapi ada pula kekecewaan mendalam terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan tim Kota Bekasi.

Di antara barisan pendukung itu, suara seorang ibu bernama Sherly menjadi gambaran kegelisahan para orang tua. Dengan penuh emosi, ia menyampaikan bahwa anak-anak Kota Bekasi telah memberikan permainan terbaik. Namun, menurut pengamatannya, terdapat sejumlah keputusan pengadil pertandingan yang patut dipertanyakan.

“Menurut saya sebagai orang tua, anak-anak Kota Bekasi sudah memberikan permainan yang sangat luar biasa. Namun, kita bisa melihat sendiri melalui siaran langsung bahwa ada beberapa keputusan yang menurut saya tidak adil dari tim wasit terhadap Kota Bekasi,” ungkap Sherly.

Ia menilai, sejumlah kejadian di lapangan, termasuk keputusan terhadap pemain yang tidak dapat melanjutkan pertandingan secara penuh, semakin menambah kekecewaan para pendukung.

Bagi para orang tua, persoalan ini bukan semata-mata tentang kalah atau menang. Mereka menyaksikan anak-anaknya berlatih, berjuang, mengorbankan waktu, tenaga, dan meninggalkan kenyamanan demi membawa nama Kota Bekasi di panggung olahraga Jawa Barat.

Baca Juga :  Bupati Minsel Keluarkan Surat Edaran Tentang Perayaan Kuncikan Tahun 2022

Karena itu, ketika keputusan-keputusan pertandingan dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, kekecewaan tersebut terasa berlipat ganda.

Sherly bahkan menyebut bahwa persoalan yang mereka rasakan bukan hanya terjadi pada pertandingan semifinal. Ia mengaku telah melihat sejumlah kejadian yang menurutnya merugikan Kota Bekasi sejak pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Sebagai orang tua, kami merasa ada keputusan-keputusan wasit yang merugikan Kota Bekasi. Bukan hanya pertandingan kali ini, sejak game pertama pun kami sudah beberapa kali melihat kejadian seperti itu. Tetapi sudahlah, Allah Maha Mengetahui segalanya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi potret kekecewaan yang tidak boleh diabaikan. Sebab, ketika orang tua atlet sampai mempertanyakan konsistensi keputusan wasit, penyelenggara memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan setiap pertandingan berlangsung dengan standar keadilan dan profesionalitas.

 

Pelukan Ibu, Tempat Terakhir Mengobati Kekecewaan

Di balik kritik terhadap kepemimpinan wasit, ada sisi kemanusiaan yang jauh lebih menyentuh. Sherly menegaskan bahwa kekalahan tidak akan mengurangi kebanggaan para orang tua terhadap anak-anak mereka.

Ia memahami bahwa para atlet mungkin pulang dengan perasaan kecewa, bahkan kehilangan semangat setelah pertandingan yang penuh tekanan. Namun, baginya, anak-anak tersebut tidak perlu merasa sendirian menghadapi situasi itu.

Para ibu akan tetap menjadi tempat pulang, tempat bercerita, dan tempat menemukan kembali kekuatan setelah perjuangan yang tidak berakhir sesuai harapan.

“Kami sebagai orang tua akan selalu mendukung anak-anak. Ketika mereka keluar dari pertandingan, kami akan memeluk mereka dengan penuh kehangatan. Karena orang tua adalah tempat mereka kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  PWI Bekasi Raya Tegas Tolak Pembekuan PWI Jabar oleh Hendry Ch. Bangun

Dengan suara penuh kebanggaan, Sherly juga menyampaikan bahwa para pemain basket putra Kota Bekasi merupakan anak-anak hebat yang telah menunjukkan tanggung jawab dan keberanian di lapangan.

“Walaupun anak-anak kami mungkin dipandang sebelah mata oleh kota-kota lain, kami sebagai orang tua akan selalu mendukung. Anak-anak kami adalah anak-anak laki-laki yang super, tangguh, dan keren. Bekasi juara!” serunya.

Dukungan para ibu yang bertahan hingga larut malam menjadi gambaran bahwa prestasi olahraga tidak hanya dibangun oleh atlet dan pelatih. Di belakang setiap pemain, ada keluarga yang ikut menanggung perjuangan, kecemasan, dan harapan.

Kekalahan 76-44 memang tidak bisa diubah. Namun, kritik terhadap keputusan wasit tidak semestinya berhenti sebagai keluhan di tribun penonton. Rekaman pertandingan perlu menjadi bahan evaluasi agar setiap keputusan yang dipersoalkan dapat diperiksa secara objektif.

Sebab, atlet bukan hanya membutuhkan dukungan ketika menang. Mereka juga berhak mendapatkan perlakuan yang adil ketika bertanding.

Dan malam itu, ketika lampu pertandingan perlahan meredup, ada para ibu yang tetap berdiri menunggu anak-anaknya. Bukan untuk menanyakan mengapa mereka kalah, melainkan untuk memastikan bahwa mereka tahu: perjuangan mereka tetap dihargai.

Papan skor boleh memisahkan pemenang dan yang kalah. Tetapi tidak ada satu pun peluit yang boleh merampas kebanggaan seorang ibu terhadap perjuangan anaknya.

(DMS)

Berita Terkait

Peluit yang Melukai Sportivitas: Tim Basket Putra Kota Bekasi Soroti Kepemimpinan Wasit di Semifinal!
Sengit! Srikandi Basket Kota Bekasi Dipaksa Menyerah 44-59, Bogor Melaju ke Semifinal!
PB Porprov XV Jabar 2026 Akui Keliru Cetak ID Card Pers, Ketua PWI Bekasi Raya Menanggapi
Basket Putri Kota Bekasi Tundukan Bandung Barat 51-27, Maju Perempat Final
Basket Putra Kota Bekasi Dulang Angka Lawan Tasikmalaya 71-52, Mulus Menuju Perempat Final
Soal ID Card Porprov XV Jabar 2026 Berlabel Pers untuk ASN, Ketua PWI Bekasi – Praktisi Hukum Pers Angkat Bicara
Dialog Pers PWI Bekasi Raya: Anggaran, Pelibatan Media Lokal, dan Gaung Porprov Jabar 2026 Jadi Sorotan
Futsal Porprov Jabar 2026: Tuan Rumah Kota Bekasi Imbang 0-0 vs Kabupaten Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:18 WIB

Peluit Kontroversial, Air Mata Orang Tua: Ibu-Ibu Bekasi Bela Perjuangan Atlet

Sabtu, 7 November 2026 - 02:41 WIB

Peluit yang Melukai Sportivitas: Tim Basket Putra Kota Bekasi Soroti Kepemimpinan Wasit di Semifinal!

Jumat, 6 November 2026 - 22:07 WIB

Sengit! Srikandi Basket Kota Bekasi Dipaksa Menyerah 44-59, Bogor Melaju ke Semifinal!

Jumat, 6 November 2026 - 08:17 WIB

PB Porprov XV Jabar 2026 Akui Keliru Cetak ID Card Pers, Ketua PWI Bekasi Raya Menanggapi

Kamis, 5 November 2026 - 21:00 WIB

Basket Putra Kota Bekasi Dulang Angka Lawan Tasikmalaya 71-52, Mulus Menuju Perempat Final

Berita Terbaru