Program Kelompok Ternak Kambing Kota Bekasi, Yanto: Kami Sebagai Masyarakat Senang

- Jurnalis

Jumat, 28 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Telusur News – Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengunjungi salah satu kelompok ternak untuk memastikan program yang diprogramkan bagi 100 kelompok se Kota Bekasi berjalan dengan baik, Jumat 28 Januari 2022 pagi.

Diketahui hal ini merupakan program bergulir untuk menumbuhkan tingkat ekonomi masyarakat di tengah wabah pandemi covid 19.

“Hari ini saya menyaksikan secara langsung, program ketahanan pangan yang juga merupakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” ujar Tri Adhianto kepada Media di lokasi.

“Kebutuhan daging yang terus setiap tahun meningkat, harapannya ini menjadi salah satu kegiatan yang terus bergulir. Yang kita berikan ini adalah awal untuk 100 kelompok ternak,” imbuhnya.

“Kita disamping ada kelompok ternak, ada kelompok tani, ada KWT kelompok wanita tani. Jadi semua yang berhubungan dengan ketahanan pangan terus kita optimalkan,” sambungnya.

Baca Juga :  Petra Yani Rembang Ditemani 'Prabowo Minahasa Selatan' Berorasi di Kecamatan Tenga

Di lokasi yang sama, Yanto seorang peternak penerima bantuan merasa senang.

“Kami sebagai masyarakat senang mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi. Kami tentunya akan merawat dan membudidayakan kambing (domba) ini, mudah-mudahan dapat beranak pinak,” ungkap Yanto.

“Tentunya kami berharap, kami merasakan manfaat faedahnya kedepan. Kami juga ada tanggung jawab untuk menggulirkan di 18 bulan kemudian, terhadap kelompok yang lain,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) Herbet menjelaskan bahwa program kelompok ternak tersebut setiap pengajuan nya ada beberapa syarat yang harus diverifikasi termasuk lahan nya harus menunjukan copy sertifikat lahan.

“Jadi memang kita verifikasi setiap kelompok ternak yang mengajukan program ini. Nah perlu dijelaskan kenapa di wilayah kecamatan Bekasi Barat tidak ada, karena tidak ada kelompok yang mengajukan proposal ke kita jadi itu alasannya kenapa hanya ada di 11 kecamatan saja,” jelas Herbert.

Baca Juga :  Pelayanan Prima Pos Pam Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Polsek Rawa Lumbu

Mengenai pengawasan dan pembinaan, Herbert menyampaikan ada petugas yang turun ke setiap kandang, selain mengawasi juga memberikan edukasi dalam pemeliharaan kambing tersebut.

“Iya setiap hari ada petugas kita yang mengawasi dan memberikan edukasi dalam pemeliharaan hewan ternaknya. Dari data yang tercatat saat ini ada 21 anak kambing yang lahir, jantan 3 ekor dan betina 18 ekor, hidup 14 ekor dan yang mati 7 ekor,” ungkap Herbet.

Herbert berharap, program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selanjutnya ia mengimbau untuk para kelompok ternak untuk cepat memberi tahu petugas jika ada kambing nya yang sakit.

“Intinya kita akan pantau terus dan kepada kelompok ternak untuk semangat dan serius dalam memelihara kambingnya agar bisa dirasakan manfaatnya,” tandasnya. (M-3L)

Berita Terkait

Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam
Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi
Hadiri Peresmian PSEL Ciketing Udik, Ketua KADIN Kota Bekasi Sebut Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi dan Peluang Ekonomi Baru
Bea Cukai Watch (BCW): Jangan Berhenti pada Pertukaran Data, Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak
Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:18 WIB

Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi

Selasa, 1 September 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:42 WIB

Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Hadiri Peresmian PSEL Ciketing Udik, Ketua KADIN Kota Bekasi Sebut Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi dan Peluang Ekonomi Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Bea Cukai Watch (BCW): Jangan Berhenti pada Pertukaran Data, Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak

Berita Terbaru