Berdoa bersama, Bamsoet Soft Launching Tiga Buku Baru Urgensi Amandemen ke-5 dan Evaluasi Demokrasi Nomor Piro Wani Piro

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo kembali menerbitkan tiga buku baru bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-63 tahun. Dengan kehadiran tiga buku tersebut, Bamsoet menambah daftar panjang karyanya menjadi 37 judul buku. Sekaligus menegaskan posisinya bukan hanya sebagai politisi kawakan, tetapi juga seorang intelektual yang konsisten merekam gagasan dan menjawab tantangan zaman.

“Bagi saya, ulang tahun bukan hanya soal usia yang bertambah. Ia harus jadi pengingat tanggung jawab. Karena itu, saya meluncurkan tiga buku yang merekam gagasan, pengalaman, sekaligus refleksi perjalanan kebangsaan. Saya percaya, warisan terbaik bukan jabatan atau kekuasaan, melainkan ide dan karya,” ujar Bamsoet saat soft launching tiga buku karyanya secara sederhana sekaligus doa bersama keluarga dan teman-teman dekat secara terbatas di Jakarta, Rabu (10/9/25).

Doa bersama dilakukan di Rumah Pelayanan Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Tidak Mampu ‘Patiunus 75’ Kebayoran Baru Jakarta.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, buku pertama berjudul “Amendemen ke-5 Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan.” Di dalamnya, menekankan pentingnya pembaruan konstitusi di tengah perubahan zaman. Usulan amendemen bukan untuk memperkuat lembaga tertentu, melainkan menyempurnakan arsitektur ketatanegaraan.

Baca Juga :  DV Beauty Center Menawarkan Kursus dan Treatment Salon Terlengkap se-Indonesia

“Konstitusi harus hidup, lentur, dan terbuka terhadap perubahan. Kita butuh Mahkamah Etika Nasional, revisi Pasal 33 UUD agar sesuai era digital, serta Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai kompas pembangunan. Ini bukan soal kekuasaan, tapi arah bangsa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, buku kedua berjudul “Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan: Catatan Personal dalam Arus Perubahan.” Isinya merekam perjalanan Bamsoet dari dunia jurnalisme hingga menempati kursi puncak parlemen. Ia mengaku tidak pernah membayangkan suatu hari duduk di Senayan, apalagi memimpin DPR dan MPR.

“Saya berasal dari dunia pers. Buku ini adalah catatan jujur tentang bagaimana idealisme ditempa realitas. Generasi muda jangan hanya marah pada sistem, tetapi pahami dulu bagaimana demokrasi bekerja dari dalam,” urai Bamsoet.

Dosen tetap Program Pascasarjana Universitas Pertahanan, Universitas Borobudur dan Universitas Jayabaya ini menambahkan, buku ketiga bertajuk “Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung: Nomor Piro, Wani Piro – Revitalisasi Ketetapan MPR.” Buku ini lahir dari tesis Magister Hukum yang ditulis Bamsoet di Universitas Jayabaya. Sebagai politisi sekaligus akademisi, ia mengajukan kritik terhadap praktik Pemilu langsung yang dinilainya kerap mahal dan sarat politik uang.

Baca Juga :  SMSI dan Kedubes Iran Sepakat Jalin Kerja Sama

“Demokrasi kita tidak boleh terjebak prosedur semata. Pemilu langsung sering kali menghasilkan biaya tinggi, politik transaksional, bahkan pemimpin tanpa kapabilitas. Karena itu saya menawarkan gagasan revitalisasi Tap MPR sebagai landasan strategis menjaga stabilitas politik,” jelasnya.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, di usianya ke-63 tahun, ia tidak ingin berhenti berkarya. Aktivitas menulis bagi Bamsoet adalah perpanjangan dari kerja politik, sosial, dan bisnis yang dijalaninya.

“Buku adalah cara saya berdialog dengan masyarakat luas. Saya ingin gagasan ini tidak berhenti di ruang rapat, tetapi bisa dibaca, dikritisi, dan diperdebatkan oleh siapa pun. Semoga tiga buku ini dapat memberi inspirasi dan pijakan bagi generasi mendatang,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

RPA Lebak Kecam Keras Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Aktivis Terhadap Ketua DPRD Juwita Wulandari
Pemkot Bekasi Perkuat UMKM dengan Pelatihan Strategi Efektif Pengurusan Izin BPOM
Tinjau Pasar Tumpah di Rooftop Pasar Baru, Tri Adhianto: Fasilitas Kanopi, Eskalator hingga Lift Barang Disiapkan Bertahap
PWI Pusat Resmi Melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Melindungi Martabat Wartawan
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Pemkot Bekasi Perkuat Soliditas Camat dan Lurah untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat
‎Dugaan Malpraktik Medis WNI di Malaysia: Perjuangan 15 Tahun Menuntut Keadilan dan Desakan Perlindungan Negara
‎Wujudkan Birokrasi Digital yang Aman, Pemkab Minahasa Selatan Resmi Gandeng BSSN untuk Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:48 WIB

RPA Lebak Kecam Keras Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Aktivis Terhadap Ketua DPRD Juwita Wulandari

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:03 WIB

Pemkot Bekasi Perkuat UMKM dengan Pelatihan Strategi Efektif Pengurusan Izin BPOM

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:01 WIB

Tinjau Pasar Tumpah di Rooftop Pasar Baru, Tri Adhianto: Fasilitas Kanopi, Eskalator hingga Lift Barang Disiapkan Bertahap

Senin, 20 Juli 2026 - 21:15 WIB

PWI Pusat Resmi Melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Melindungi Martabat Wartawan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Berita Terbaru