MINSEL, Telusur News – Menanggapi beredarnya video viral terkait bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kakenturan Barat, Minahasa Selatan (Minsel), yang viral pada kemarin hari, karena berdiri di dekat lahan pekuburan desa, Pemerintah Desa Kakenturan Barat kemudian buka suara.
Menurut Pj Hukum Tua (Kumtua) Reine Koagow, berdirinya bangunan KDMP di lahan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama para tokoh masyarakat desa dan perwakilan masyarakat lainnya. Dan tidak meninggalkan asas pemanfaatan Koperasi Desa.
Lagipula, video yang viral di jagat maya itu hanya mengambil dari satu angle sudut saja. Di mana hanya memperlihatkan dari sisi berhadapan dengan lahan pekuburan.
Padahal, di lokasi tersebut berdiri beberapa bangunan layanan publik, seperti beberapa sekolah dan Lapangan Desa Kakenturan Barat, serta bangunan rumah-rumah warga.
Untuk diketahui, selain bangunan KDMP, ada bangunan Sekolah SMP Negeri 4 Modoinding, SD Negeri Kakenturan, dan TK Yevan Kakenturan, yang saling bersebelahan.
“Memang di depan gedung Koperasi Merah Putih ada pekuburan. Tetapi yang di belakang gedung Koperasi Merah Putih ada Sekolah Dasar Negeri Kakenturan, ada SMP 4 Modoinding, dan di samping-samping ada rumah-rumah masyarakat Kakenturan Barat,” ungkap Koagow, menanggapi berita tersebut, Jumat (31/07/2026).

Ternyata banyak bangunan lainnya di sekitarnya.
Tidak hanya itu, pihak terkait dari pusat pun sebelumnya telah melakukan peninjauan kelayakan lokasi.
Bahkan dari unsur Aparat Penegak Hukum, salah satunya seperti unsur TNI dari Koramil Modoinding pun telah memeriksa kelayakan lokasi bangunan KDMP Desa Kakenturan Barat, Kecamatan Modoinding, Minsel.
Yang kemudian memastikan bahwa lahan dimana bangunan Koperasi Desa Merah Putih Kakenturan Barat berdiri lokasinya sangat layak.
Bahkan banyak apresiasi dari warga setempat terhadap hadirnya bangunan KDMP tersebut.
“Kami selaku masyarakat tidak keberatan dengan bangunan KDMP berdiri di lokasi itu. Karena bagi kami yang terpenting dengan hadirnya koperasi ini, kami masyarakat sudah sangat terbantu, karena sudah difasilitasi oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Kakenturan, Sabtu (01/08).
Sehingga, sangat miris jika ada oknum yang diduga bukan berasal dari warga setempat mengambil gambar video lalu memviralkan seakan-akan lokasi berdirinya bangunan KDMP itu tidak layak dan bermasalah.
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















