KOTA BEKASI – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Bekasi berlangsung meriah dan penuh sukacita. Berbagai kolaborasi lintas bidang dan dinas dihadirkan untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak di Kota Bekasi.
Kegiatan yang mengusung tema panggung keceriaan anak ini mendapatkan apresiasi langsung dari Wali Kota Bekasi, yang menilai gelaran tahun ini jauh lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas DP3A Kota Bekasi, Neneng, melalui Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Rista, mengaku terkejut sekaligus bangga atas perhatian dan respon positif yang diberikan oleh jajaran pimpinan daerah.
”Sebenarnya kaget bercampur senang ya. Kaget saja, artinya Bapak notice bahwa kegiatan Hari Anak Nasional kemarin itu lebih meriah dari tahun sebelumnya,” ujarnya di kantor, Senin (03/07/2026)
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan acara ini tak lepas dari koordinasi terperinci bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menyajikan ‘menu’ kegiatan yang edukatif dan menarik bagi anak-anak.
”Menu di dalam Hari Anak Nasional itu beragam. Dari DP3A ada PPKPA dan Puspaga yang menggandeng Densus 88 untuk konseling anak dan keluarga. Ada juga IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) untuk konseling kesehatan, serta booth dari anak-anak Forum Anak Kota Bekasi (Foraksi),” jelaskannya.
Tidak hanya kegiatan konseling dan hiburan, pelayanan publik terpadu juga diboyong ke lokasi acara:
* Disdukcapil: Menyediakan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), akte kelahiran, hingga perekaman KTP pemula.
* BPBD: Memberikan edukasi langsung mengenai tanggap darurat bencana bagi anak-anak di area taman.
* Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar): Menghadirkan wahana flying fox yang menjadi salah satu daya tarik utama anak-anak.
* Booth Forum Anak: Menyajikan permainan edukatif, kuis, dan hadiah menarik di lima klaster pemenuhan hak anak.
”Anak-anak senang sekali karena setiap berkunjung ke booth, mereka disambut gembira, diberi pertanyaan, main games, lalu dapat hadiah. Suasana euforianya benar-benar terasa,” tambahnya.
Salah satu momen krusial dalam peringatan HAN kali ini adalah penyampaian aspirasi melalui “Suara Anak Indonesia”. Anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kota Bekasi (Foraksi) diajak untuk bersikap kritis terhadap pelayanan publik di daerahnya.
Narasumber mengungkapkan bahwa anak-anak didorong untuk menyampaikan aspirasi secara spesifik kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengenai fasilitas yang masih perlu ditingkatkan.
”Anak-anak kita itu sangat kritis banget. Saya sampaikan ke mereka, tolong buatkan aspirasi per dinas. Apa yang kalian mau dan apa yang kalian lihat masih perlu effort lebih dari pemerintah terkait pelayanan anak,” tegasnya.
Penyampaian aspirasi tersebut berbuah manis. Dalam pidato sambutannya, Wali Kota Bekasi secara terbuka merespons dan memberikan perhatian khusus pada poin-poin yang disampaikan oleh anak-anak.
”Luar biasa sekali, pas kata sambutan dari Pak Wali, beliau notice juga terkait OPD-OPD yang anak-anak sebutkan. Ini membuktikan bahwa suara dan ide anak-anak benar-benar didengar oleh pemimpin kita untuk Kota Bekasi yang lebih ramah anak,” pungkasnya. (Red)
















