BEKASI — Gerakan Rakyat Indonesia Membangun (GRIM) menyatakan dukungan penuh terhadap kebebasan pers, profesionalisme jurnalistik, serta aksi damai yang bakal digelar oleh Wartawan di Kabupaten Bekasi pada 15 Oktober 2026.
Ketua Umum GRIM, Gibson Manalu, menilai kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama dalam kehidupan demokrasi. Ia menekankan pentingnya peran wartawan dalam menyajikan informasi yang objektif kepada publik.
”Wartawan memiliki tugas menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik,” ujar Gibson dalam keterangan tertulisnya, Kamis (08/10/2026) kepada Media ini.
Gibson menegaskan agar tidak ada pihak mana pun yang mencoba melakukan intimidasi, tekanan, ancaman, maupun tindakan yang menghambat kerja-kerja jurnalistik di lapangan. Menurutnya, insan pers merupakan mitra kontrol sosial bagi pemerintah, bukan pihak yang harus dimusuhi.
Ia juga mengingatkan bahwa sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui prosedur hukum dan mekanisme yang berlaku.
“Jika ada pemberitaan yang dianggap keliru, tempuh mekanisme hak jawab, klarifikasi, atau ke Dewan Pers. Jangan melakukan tekanan ataupun intimidasi terhadap wartawan,” tegasnya.
Terkait rencana aksi damai wartawan Bekasi pada pertengahan Oktober mendatang, GRIM mengimbau agar kegiatan penyampaian aspirasi tersebut berjalan secara tertib dan menghormati ketentuan hukum.
”Semua pihak diharapkan menghormati hak menyampaikan pendapat secara damai. GRIM berdiri bersama masyarakat dan insan pers dalam menjaga demokrasi, transparansi, serta kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi,” pungkas Gibson.
















