JAKARTA – PT Hyppe Teknologi Indonesia secara resmi meluncurkan Hyppe 2.0, platform digital karya anak bangsa yang berfokus pada pengembangan creator economy, monetisasi konten, dan kolaborasi antara kreator, brand, serta pelaku usaha di Indonesia.


Peluncuran ini menandai langkah strategis Hyppe dalam memperkuat posisi sebagai platform lokal yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi digital, tetapi juga sebagai sarana ekonomi bagi para kreator dan pelaku industri kreatif. Sebelumnya, Hyppe memang telah dikembangkan sebagai platform yang mendorong monetisasi konten dan pemberdayaan kreator lokal di Indonesia.
Kolaborasi Strategis Lintas Sektor
Dalam momentum peluncuran Hyppe 2.0, dilakukan penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra strategis, antara lain Produksi Film Negara, Radio Republik Indonesia, PT Napakboemi Cipta Nada (music publishing), PT Rajawali Nusantara Internasional sebagai mitra strategis dan calon equity partner.
Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara platform digital, industri konten, penyiaran publik, dan sektor investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi di Indonesia.
Fokus: Creator Economy & Monetisasi
Hyppe 2.0 hadir dengan pendekatan yang menempatkan kreator sebagai pusat ekosistem, di mana pengguna tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga memiliki peluang untuk memperoleh nilai ekonomi dari aktivitas digital mereka.
Model ini sejalan dengan tren global di mana media sosial tidak lagi sekadar platform distribusi, melainkan menjadi mesin ekonomi baru berbasis kreator dan komunitas.
Dukungan Tokoh Nasional
Acara peluncuran turut dihadiri oleh Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo, Anggota DPR RI Komisi VII, sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebudayaan,yang menyampaikan pentingnya penguatan platform digital nasional sebagai bagian dari kedaulatan ekonomi dan industri kreatif Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kehadiran platform lokal menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa nilai ekonomi digital dapat dinikmati oleh pelaku industri dalam negeri.
Minat Investasi Strategis
Dalam acara tersebut, CEO PT Rajawali Nusantara Internasional, Hiskia Pasaribu juga menyampaikan minat strategis untuk menjajaki kerja sama investasi dan aksi korporasi terhadap Hyppe.
Hiskia Pasaribu menegaskan bahwa penjajakan ini akan dilakukan secara profesional melalui proses evaluasi dan due diligence, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Menuju Platform Nasional Berdaya Saing Global
Dengan dukungan berbagai mitra strategis, Hyppe 2.0 diharapkan dapat menjadi platform monetisasi kreator lokal penghubung antara konten, commerce, dan komunitas bagian dari infrastruktur ekonomi digital Indonesia.
Tentang Hyppe
PT Hyppe Teknologi Indonesia adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan platform media sosial berbasis creator economy, dengan fokus pada keamanan, monetisasi konten, dan pemberdayaan kreator lokal. Platform ini dirancang sebagai alternatif media sosial yang lebih aman dan memberikan nilai ekonomi bagi penggunanya.
Tentang PT Rajawali Nusantara Internasional
PT Rajawali Nusantara Internasional adalah perusahaan investasi dan pengembangan usaha yang berfokus pada sektor strategis, termasuk ekonomi digital, media, dan industri kreatif, dengan pendekatan pertumbuhan jangka panjang dan kolaborasi strategis. (Rls/red)
















