Selain Dugaan Penggelapan Dana Desa, Diduga Ada Nepotisme di Pemdes Kaneyan

- Jurnalis

Jumat, 2 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demo warga Desa Kaneyan kepada Pemerintah Desa

Aksi demo warga Desa Kaneyan kepada Pemerintah Desa

MINSEL, TelusurNews,- Penggunaan Dana Desa Kaneyan, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan diduga bermasalah.

Ada dugaan dana desa pos Ketahanan Pangan telah digelapkan oleh oknum Pelaksana Tugas (Plt) Hukum Tua (kepala desa) setempat.

Dugaan tersebut terungkap setelah ada pengakuan warga yang mengungkapkan bahwa anggaran Ketahanan Pangan Hewani kegiatan Pemberdayaan Masyarakat peternakan babi telah raib entah kemana. Tidak ada pemberintahuan yang jelas dari Plt Hukum Tua.

“Penggunaan anggaran tidak melibatkan bendahara, kumtua bilang uang disetor di bank, namun hingga saat ini anggaran tersebut tidak tau kemana, karena buku rekening ada sama bendahara,” ungkap warga BND, Rabu (31/08/2022).

Pos anggaran Ketahanan Pangan yang seharusnya dikelola oleh seluruh aparat desa, namun diketahui hanya diolah dan dimanfaatkan pribadi oleh Sekertaris Desa yang baru dilantik oleh Plt Hukum Tua (kumtua) beberapa waktu lalu, yang notabene merupakan menantu dari Kumtua sendiri. Begitupun pelaku usaha (peternak) babi tidak dilibatkan.

Yang pada akhirnya, penggunaan anggaran Ketahanan Pangan senilai 65 juta rupiah tersebut diduga raib entah kemana.

Baca Juga :  Jalan Kaki Yogya – Bandung Kobarkan Kampanye Melawan Stroke (1)

“Sekdes mengaku ada sama dia, dan seribuh rupiahpun katanya tidak disentuhnya, tapi pada kenyataannya dana tersebut tidak jelas di mana fisiknya,” tambah warga.

Tidak hanya itu, warga juga menduga ada penyalahgunaan anggaran di pengerjaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) pengadaan dan pengolahan jagung senilai 18 juta lebih.

Dalam pengerjaan PKTD ini, menurut warga tidak melibatkan warga, justru menggunakan 3 (tiga) traktor. Yang artinya tidak dilaksanakannya asas dan fungsi PKTD tersebut oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kaneyan. Sehinggah pertanggungjawaban Hari Orang Kerja (HOK) dapat dipertanyakan.

“Namanya PKT berarti melibatkan masyarakat, tapi yang terjadi menggunakan 3 traktor, sudah tidak menggunakan tenaga dari masyarakat,” ujar warga.

Sempat bersih tegang sesama aparat desa

Selain itu, menurut warga ada pula indikasi penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran dalam pengerjaan pembuatan jembatan dan pengerasan jalan. Yang dinilai warga hanya asal-asalan. Bahkan ada dugaan proyek pengerjaan jembatan dan pengerasan jalan diperintahkan langsung oleh suami dari oknum Plt Kumtua Kaneyan.

“Pengerasan jalan cuma ditimbun asal, yang kasi hambur tanah itu suami dari Kumtua,” beber warga.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi dan BPKP Jabar Teken MoU Pengembangan Manajemen Kuangan dan Launching Payment Online

Kuat dugaan ada praktek nepotisme, penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran (korupsi) dalam penggunaan Dana Desa Kaneyan 2021-2022.

Pasalnya, diketahui dalam setiap kegiatan proyek desa kerap dipimpin langsung oleh suami dari Plt Kumtua dan bukan oleh Kumtua sendiri. Begitupun dalam pengangkatan Sekretaris Desa oleh Plt Kumtua yang mengangkat menantu Kumtua sendiri sebagai Sekretaris Desa.

Bahkan pengakuan warga, oknum Plt Kumtua diduga pernah memasukkan nama anaknya sendiri di dalam daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2021, yang mana penerima BLT tersebut diduga tidak masuk dalam kategori penerima manfaat sebab diketahui bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemkab Minsel, dan istrinya merupakan pegawai salah satu bank swasta, serta memiliki usaha sendiri yang berjalan bagus.

Sehinggah akhirnya, pada 31 Agustus 2022, sebagian warga Desa Kaneyan melakukan aksi demo terhadap Pemerintah Desa setempat.

Sangat disayangkan, hingga berita ini ditayangkan, Pemdes Kaneyan baik Plt Kumtua Etji R.L. Supit, M.Pd maupun Sekretaris Desa belum dapat dihubungi media ini untuk dimintai keterangan. (tl)

Berita Terkait

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terbaru

Ketenagakerjaan

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:04 WIB