Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri.

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan miring kerap menerpa jejak digitalnya. Namun, di bawah karpet koalisi, ia memegang semua kunci orkestrasi politik nasional.

Oleh: Firdaus

Pintu gerbang rumah besar itu selalu riuh, tetapi segalanya tunduk pada satu ketukan dirigen. Ketika obrolan di kedai kopi mulai beralih pada desas-desus “geliat bayang-bayang sang mantan”, sebuah pertanyaan besar menyergap meja diskusi: “Mengapa harus Don Dasco menjadi Mendagri?”.

Seorang kawan lama, dengan dahi berkerut, buru-buru menyodorkan telepon genggamnya, meminta rekam jejak digital sang tokoh diperiksa ulang.

Tuduhan yang beredar di jagat maya memang riuh, mirip riak opini tanpa hulu. Di panggung politik, tudingan yang sumir acap kali menguap bagai embun pagi—seperti riuh rendah tuduhan Amien Rais kepada Tedy yang lelap ditelan waktu.

Namun, dalam hukum politik rimba Jakarta, desas-desus bukan sekadar isapan jempol. Rumor adalah bahasa sandi dari pergeseran lempeng kekuasaan.

Di balik dinding kokoh Partai Gerindra, pria bernama lengkap Sufmi Dasco Ahmad ini bukan sekadar Ketua Harian.

Di kalangan internal, ia adalah “Don” yang kerap di indikasikan tokoh yang mengendalikan mesin politik. Dan dikalangan aktivis Pers dan Intelejen Don juga dikenal dengan julukan Ketua Umum DPR.

Baca Juga :  Sudah Dirugikan, Bos Penyedia Incinerator Kini Jadi Saksi Kunci Kasus yang Bergulir di Kejari Manado

Dari analisis sumber lingkaran dalam membisikkan satu skenario ekstrem: jika badai politik berembus dan Presiden Prabowo Subianto mangkat, Dasco adalah sosok paling logis yang bakal berdiri di palang pintu kekuasaan untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Artinya, untuk Wapres saja Don Dasco pantas, apalagi hanya Mendagri. Seandainya usia Prabowo melampaui pemilu 2029, Don Dasco pula yang mampu mengorkestrasi kemenangan Prabowo Gibran Jilid dua.

Sebagai parameter, kekuatan tersembunyi Don ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Gurita pengaruhnya menancap dalam di berbagai sektor sektor krusial:

Pertama, dari aspek hukum; Sebagai mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan alumnus Komisi III, ia karib dengan para petinggi aparat penegak hukum.

Kedua, struktur partai; Sebagai ketua harian, jaringan instruksinya tegak lurus dari DPP hingga pengurus ranting di daerah.

Ketiga, Jaringan aktivis; Don piawai merangkul jaringan aktivis lintas generasi dan gerakan buruh untuk meredam riak demonstrasi di jalanan.

Keempat, sektor korporasi; dalam korporasi, pengaruhnya menyusup halus dalam penataan pos strategis di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kelima, Wakil Ketua DPR; Posisinya di kursi pimpinan DPR, ia dengan mudah mengamankan serta memuluskan seluruh kebijakan strategis istana.

Baca Juga :  Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN), Hadir Dengan Visi: Menyatukan Pemuda Ono Niha

Keenam, media massa; Hubungan persuasif Don dengan para pemred, selain itu Don juga secara struktural menempatkan Dewas LPP dan komisaris BUMN di organisasi wartawan, memastikan narasi politiknya kerap mendapat panggung yang teduh di mata pers.

Ketujuh, Bisnis; Dengan latar belakangnya sebagai mantan direktur berbagai perusahaan keamanan dan firma hukum memberinya pasokan logistik yang kokoh untuk menggerakkan roda taktis koalisi.

Kedelapan, kaderisasi; Dengan berbagai sumberdaya, Don mampu mengorkestrasi kader muda dilingkar Hambalang yang disiapkan Presiden untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kelompok muda yang poluler dengan Sebutan Satria Jedi yang kemudian bermetamorfosis dengan Boys Hambalang ini, merupakan jangkar utama Don didalam mengorkestrasi agenda Presiden untuk berhubungan dengan berbagai kelompok.

Kesembilan, tidak pernah menjadi tersangka; Hingga saat ini, dugaan miring dalam jejak digitalnya Don Dasco belum pernah terbukti secara hukum. Tanpa ketukan palu hakim, “Don Kancil” dari Senayan ini tetap melenggang bebas, mengantongi semua kunci orkestrasi republik di sakunya.

(Penulis adalah Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia – SMSI)

Berita Terkait

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Kemnaker Siapkan Akses Pelatihan dan Kerja bagi Penyintas Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru