KOTA BEKASI – Asisten Pemerintahan (Asda I) Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra, menegaskan bahwa pentingnya peningkatan pelayanan publik terhadap masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Peningkatan Pelayanan Publik di Kecamatan pada saat pansus LKPJ, kami menekankan 3 (tiga) sektor, diantaranya peningkatan sumber daya manusia (SDM), kemudian sarana prasarana (Sarpras), serta komitmen atau political will dari seorang pemimpin OPD (organisasi perangkat daerah), sebagai penggerak pelayanan publik di Kecamatan dan Kelurahan,” ujar Lintong kepada media ini, usai mengikuti senam sparco di Plaza Pemkot Bekasi, Jumat (12/05/2023) pagi.
“Komitmen dalam hal percepatan pelayanan, maka outputnya adalah kepuasan masyarakat,” imbuhnya.
Lintong mengatakan, kalau pelayanan masyarakat dimudahkan dan juga didekatkan, secara otomatis kebutuhan dan keinginan masyarakat terpenuhi. Masyarakat akan puas, terhadap produk-produk yang dilakukan oleh pemerintah.
“Harus komitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan terintegrasi sehingga dapat memuaskan masyarakat,” tegasnya.
Terkait peningkatan sarana prasarana, tidak dapat dipungkiri mendukung pelaksanaan pelayanan publik bagi masyarakat, diantaranya berkaitan dengan digitalisasi pelayanan, ucap Lintong.
“Sesuai dengan, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik berdasarkan Perpres 95, sehingga masyarakat akan dimudahkan layanan cepat dan terintegrasi melalui aplikasi yang mudah dipahami oleh masyarakat,” ungkap Lintong.
Juga peningkatan sarana prasarana seperti ruang kerja, ruang tunggu yang mumpuni, ruang laktasi, ramah disabilitas, toilet disabilitas, papan informasi, sama dengan yang sudah tercipta di DPMPTSP dan Disdukcapil.
Kemudian peningkatan SDM, lanjut Lintong. Harus terus ditingkatkan terkait pelayanan publik, karena mereka garda terdepan. Seperti front office dan pamor, karena akan berkaitan dengan excellent service, harus ada bimtek, diantaranya bimtek revolusi mental.
“Penting hal peningkatan SDM, sehubungan dengan pemahaman terhadap aturan, pemahaman terhadap proses administrasi, serta digitalisasi pelayanan, karena mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan publik kepada masyarakat,” pungkasnya. (M-3L)
















