Tanggapi Tudingan Factory Sharing Gunakan Besi Bekas, Kontraktor Franky Lumi Buka Suara dan Tunjukkan Bukti Pembelian

- Jurnalis

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: salah satu bangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) Factory Sharing Kapitu Amurang Barat Minsel, /foto inserted: bukti order dan bukti pembelian besi baru untuk RPB

Foto: salah satu bangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) Factory Sharing Kapitu Amurang Barat Minsel, /foto inserted: bukti order dan bukti pembelian besi baru untuk RPB

MINSEL, TelusurNews,- Terkait besi bangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) atau Factory Sharing di Kapitu Amurang Barat, Minahasa Selatan (Minsel), pihak ketiga atau kontraktor Franky Lumi buka suara dan menepis semua tudingan tersebut.

Kepada Wartawan media ini Lumi mengatakan bahwa besi untuk Factory Sharing di Kapitu semuanya menggunakan besi baru yang dipesan dari Toko Sinar Pelita yang berlokasi di Jalan Arie Lasut Kombos Wonasa, Manado.

Lumi tidak segan menunjukkan bukti pembayaran (nota) pembelian keseluruhan besi baru untuk Factory Sharing.

Di nota tersebut tercantum setiap item yang dibeli beserta tanggal pembeliannya. Hal tersebut kemudian juga dibenarkan oleh para pihak terkait lainnya.

Terkait lubang (bolong) yang ada pada besi, dikatakannya itu disebabkan terjadinya perubahan gambar yang dilakukan, yang disetujui oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (RI).

“Awalnya bangunan kedua-duanya tertutup, tapi orang kementerian datang dan mengatakan ini tidak boleh tertutup, karena ada perubahan maka dicabut lah besi-besi yang sudah terpasang, digeser-geser,” ujar Franky Lumi, kontraktor RPB, Kamis (18/04/2024) lalu.

Ditambahkannya, jika besi yang dipakai menggunakan besi bekas bongkaran bangunan Teguh Bersinar pasti warnanya berbeda.

“Kalau besi bekas dari Teguh Bersinar pasti warna kuning,” tambahnya.

Namun Lumi kemudian tidak mempersoalkannya karena menurutnya apa yang dilakukan oleh Anggota Dewan Robby Sangkoy adalah hal yang lazim, dan sudah menjadi resiko pekerjaan baginya. Ia tidak lagi mempersoalkannya, karena menurutnya apa yang dilakukan sudah sesuai.

“Jadi kalau untuk saya tidak ada masalah, apa yang disampaikan pak Rosa itu sama dengan dia bertanya saya menjawab, tidak ada dendam atau apapun, ini hanya resiko pekerjaan,” ujar Lumi, Selasa (23/04).

Baca Juga :  Bamsoet Dukung Pengembangan Bandara Internasional Batam Sebagai Cargo Hub dan E-commerce

Terkait hal ini, Kepala Bas atau Kepala Pekerja besi Factory Sharing Kapitu Heri, turut meluruskan. Heri bersaksi bahwa besi yang digunakan menggunakan besi baru yang dibeli dari toko bangunan terpercaya.

“Itu (besi) baru, dari toko yang di Kombos, gudang yang di Paniki, besi dibawa di lokasi gudang Koh Angky untuk fabrikasi, kalo untuk CMP semua kasi turun di lokasi pabrik (Factory Sharing), kecuali besi H sama plat itu fabrikasi di gudangnya Koh, soalnya di pabrik itu tidak ada listrik, jadi biar satupun tidak ada besi bekas,” ungkap Heri.

Heri menjelaskan, terkait bolong pada besi itu disebabkan perubahan yang dilakukan, sebelumnya dipasang membujur (melintang), dan kemudian dirubah bentuknya sesuai permintaan.

Foto: nota bukti pembelian besi baru yang dipakai di RPB Factory Sharing Kapitu Amurang Barat Minahasa Selatan

“Itu bekas lobang yang kotor bekas kena cor, di pintu aja itu yang bolong-bolong, soalnya kan seharusnya kita pasang melintang trus kita potong, jadi itu tetap ada lubang, pertama sudah dipasang melintang semua, oh akhirnya di sini ada pintu, abis itu kita potong kita bikin tiangnya yang berdiri jadi tengahnya tetap bolong,” katanya.

Heri menegaskan kalau besi yang digunakan bukan besi bekas. “Kalau umpama itu pakai besi bekas logikanya dari mana,” tegasnya.

Hal serupa diungkapkan oleh pemilik Toko Sinar Pelita Ceh Wenda ketika dihubungi Wartawan media ini. Menurutnya, hal mustahil jika besi yang digunakan besi bekas karena toko miliknya hanya menjual bahan baru.

“Kita kan toko bangunan, tidak mungkin kita menjual barang bekas, kecuali di loak di tempat besi tua itu baru tempat bahan besi bekas, selama ini kami drop barang-barang baru, tidak mungkin kami drop barang tua,” ungkap Wenda, pemilik toko langganan Franky Lumi.

Baca Juga :  Gelar raker, SMSI Kabupaten Bekasi mantapkan program kerja di 2024 - 2025

Tidak hanya mereka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Factory Sharing Oswald Leleng tidak menampik bahwa ada perubahan yang dilakukan, namun menurutnya semua dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau posisi bangunan seperti posisi lama proses produksi nya tidak akan kelar, karena tidak ada penjemur, tidak ada bak air,” ujar Oswald.

Untuk itu menurutnya, kemudian akhirnya dilakukanlah perubahan struktur bangunan sesuai persetujuan Kementerian Koperasi RI.

Hal tersebut sesuai dengan dasar aturan yang terdapat dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada Pasal 54 Tentang Perubahan Kontrak menyebutkan:

(1) Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis/KAK yang ditentukan dalam dokumen Kontrak, PPK bersama Penyedia dapat melakukan perubahan kontrak, yang meliputi:
a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum dalam Kontrak;
b. menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan;
c. mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi lapangan; dan/ atau
d. mengubah jadwal pelaksanaan.

Rumah Produksi Bersama (RPB) atau Factory Sharing, diketahui ada pendampingan dari Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan. Wartawan media ini kemudian berusaha menghubungi pihak Kejari Minsel untuk meminta keterangan, namun lewat Kasi Intel Kejari Minsel Christian E. Singal ketika dihubungi lewat nomor telepon pribadinya, hingga saat ini belum menanggapi. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Kemnaker Siapkan Akses Pelatihan dan Kerja bagi Penyintas Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terbaru

DKI Jakarta

Penyandang Disabilitas Butuh Negara, Bukan Sekadar Sepeda!

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:48 WIB