Aktivis ini Mempertanyakan Komitmen Disdik Kota Bekasi, Terkait Kegiatan Sekolah di Luar

- Jurnalis

Minggu, 12 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Aktivis dan pemerhati kebijakan publik, Frits Saikat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kegiatan di luar sekolah yang dilakukan oleh beberapa sekolah negeri di Kota Bekasi.

Frits Saikat mendapatkan aduan dari masyarakat terkait biaya yang signifikan yang dikeluarkan untuk kegiatan di luar sekolah ini, yang menyebabkan kekhawatiran bagi orang tua siswa.

“Orang tua siswa melaporkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan seperti tur sekolah cukup tinggi, membuat beberapa keluarga merasa terbebani,” ujarnya.

“Salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, bayar tur sekolah mahal, ingin mengikut sertakan anak, tetapi kadang tidak memiliki cukup dana. Tapi, jika tidak ikut, khawatir anak kita akan minder,” sambung Frits sambil menirukan.

Baca Juga :  Bernostalgia Ketika Jadi Jurnalis Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono Berkunjung ke PWI Pusat

Menurut surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi nomor 800/8580/DISDIK.Set. yang dikeluarkan pada 5 Juli 2023, kegiatan di luar sekolah untuk tingkat SD hanya diperbolehkan ke wilayah DKI, Bogor, dan Bekasi, sedangkan untuk SMP hanya ke wilayah DKI dan Jawa Barat.

Frits Saikat mempertanyakan komitmen Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam menjalankan aturan dan surat edaran ini. Ia menyoroti apakah pihak Disdik hanya sekadar mengeluarkan surat edaran atau juga melakukan pengawasan terhadap kegiatan sekolah di luar yang melanggar aturan tersebut.

Baca Juga :  Temui para Diplomat RI di AS, Menteri AHY Sosialisasikan Kemudahan Investasi Melalui Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Disamping itu juga Frits menyoroti hal penting lainnya seperti PPDB online, “Saya masih menunggu untuk melihat bagaimana sekolah-sekolah akan menyiasati PPDB Tahun Ajaran Baru 2024. Kita membutuhkan pejabat yang mampu menciptakan program positif, bukan pejabat yang pandai mengelak dari tanggung jawab terhadap masyarakatnya,” ungkap Frits Saikat kepada media.

Dalam konteks ini menurut Frits, ketegasan Disdik Kota Bekasi dalam mengawasi kegiatan sekolah di luar dan penegakan aturan yang telah ditetapkan menjadi sorotan, khususnya untuk memastikan kegiatan sekolah tidak memberatkan ekonomi keluarga dan tidak berdampak negatif pada psikologi siswa. (*/Red)

Berita Terkait

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemkot Bekasi Resmi Terapkan PJJ Sekolah, Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terbaru