Mahasiswa KKN-T IPB di Nglungger Ubah Limbah Kotoran Hewan dan Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BLORA – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik Inovasi (KKN-TI) IPB University melakukan progam kerja di Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (17/7/2024).

Mahasiswa/i KKN-TI IPB mengambil tema “Panen Sejahtera”, kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat Desa Nglugger karena penyuluhan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.

Sosialisasi tersebut, Mahasiswa/i KKN-TI IPB, memberikan pemahaman pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah kotoran hewan dan limbah rumah tangga. Harapanya sosialisasi ini dapat menjadi solusi permasalahan gagal panen selama 2 tahun belakangan ini.

Kepala Desa Nglugger Nur Sa’ian menyampaikan warganya yang selama 2 tahun belakangan ini terjadi gagal panen.

“Warga disini mengalami kesulitan secara ekonomi akibat gagalnya panen terus-menerus, kualitas tanah juga sudah masam” ujar Nur Sa’ian selaku Kepala Desa.

Permasalahan tersebut, Mahasiswa/i KKN-TI IPB University memberikan pemahaman kepada warga bahwa penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selama bertahun-tahun justru menyebabkan kualitas lahan pertanian semakin menurun/asam.

Baca Juga :  ‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎

Untuk mengembalikan kualitas tanah. Mahasiswa/i KKN-TI IPB memberikan solusi dan pemahaman agar warga desa menggunakan pupuk organik.

Pada kesempatan itu, Mahasiswa/i KKN-TI IPB di desa Nglungger berusaha memberikan solusi. alternatif bagi para petani yang ingin membuat sendiri Pupuk Organik Cair atau POC. Karena bahan membuat pupuk organik itubiasa ditemui di sekitar mereka seperti sayur-sayuran sisa, kotoran hewan, dedak, serasa, dan lainnya.

Selanjutnya, Mahasiswa/i KKN-TI IPB memberikan cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, dapat diawali dengan menyiapkan alat dan bahan seperti pisau, corong, tong, trash bag, dan pengaduk kemudian bahan yang digunakan terdiri dari M4, molase, air sumur, dan limbah dapur.

Selain membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, Mahasiswa/i KKN-TI IPB, memberikan cara pembuatan pupuk dari kohe kambing dengan alat yang sama seperti POC limbah dapur dengan bahan yang sama dengan tambahan dedak, hijauan, serta kohe kambing.

Dalam pembuatan POC, Mahasiswa/i KKN-TI IPB, menyampaikan diperlukan fermentasi selama 2 minggu untuk POC berbahan limbah dapur serta fermentasi selama 10 hari untuk POC berbahan kohe kambing.

Baca Juga :  Agus Syabarrudin Membuktikan Bahwa Tugasnya Dalam Memimpin Bank Banten Sudah on the right track

Selain memberikan pemahaman pembuatan pupuk organik cair, Mahasiswa/i KKN-TI IPB mengunakan kesempatan untuk memperkenalkan aplikasi Digitani yang dibuat oleh IPB

Aplikasi Digitani dapat digunakan oleh para petani untuk menyampaikan permasalah yang dialami para petani. Mengenai Aplikasi Digitani ini para petani dapat berkonsultasi dengan para ahli dibidangnya, sehingga para petani petani dapat menemukan solusi.

Acara sosialisasi Mahasiswa/i KKN-TI IPB dihadiri perwakilan dari Balai Pelatihan Pertanian Budi.

Pada kesempat itu, Balai Pelatihan Pertanian Budi, menyampaikan berbagai macam cara menghadapi masalah hama tikus yang sering terjadi di desa.

“Dalam mengatasi hama tikus diperlukan kerjasama yang baik antar petani agar hama tikus bisa dibasmi dengan baik, karena jika tidak dilakukan bersama maka hama tikus akan berpindah ke lahan lainnya” ujar Bapak Budi. (Red)

Berita Terkait

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Senin, 14 September 2026 - 16:15 WIB

Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima

Berita Terbaru