Tokoh Pemuda Muslim Sulut Minta Polres Minsel Usut Tuntas Dugaan Penistaan Agama di Tumpaan Baru Minsel yang Dilakukan oleh Oknum JP

- Jurnalis

Minggu, 25 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kanan Ketua Pemuda Muslim Sulut, kiri inserted foto oknum ASN Pj Kumtua Tumpaan Minahasa inisial JP

Foto: kanan Ketua Pemuda Muslim Sulut, kiri inserted foto oknum ASN Pj Kumtua Tumpaan Minahasa inisial JP

MINSEL, TelusurNews,- Tokoh agama Sulawesi Utara (Sulut) meminta Polres Minahasa Selatan untuk mengusut tuntas dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) yang saat ini menjabat sebagai Pejabat (Pj) Hukum Tua (kumtua) Desa Tumpaan Baru Kecamatan Tumpaan, inisial JP alias Jessi.

Seperti yang pernah diberitakan media sebelumnya, oknum JP diduga melakukan penistaan agama terhadap salah satu keluarga muslim warga Desa Tumpaan Baru, yang telah menyinggung perkara haram menurut agama muslim.

Pasalnya, oknum ASN JP ini melontarkan kalimat ‘haram’ kepada keluarga mantan bendahara desa yang seisi keluarga adalah beragama muslim.

Diduga karena ingin menutupi kesalahannya menyalahgunakan dana desa, oknum Pj Kumtua JP melabrak mantan bendaharanya ke rumahnya dan melakukan intimidasi berupa ancaman dan penghinaan serta penistaan agama secara verbal kepada keluarga mantan bendahara Desa Tumpaan Baru.

“Ngana pe mulu ngana muslim mar ngana so mulu babi,” ujar oknum ASN Propinsi JP, kepada suami mantan bendahara desa.

Tidak hanya itu, sebelumnya oknum JP juga telah melontarkan kalimat penistaan di media sosial pesan grup WhatsApp Pemdes Tumpaan, yang ditujukan kepada mantan bendahara. Di mana grup tersebut banyak anggota masyarakat yang ada di dalamnya.

Baca Juga :  Dokumen Lengkap, SMSI Kota Bekasi Terdaftar di Kesbangpol

“Sadiki ngana kita pi paka dengan minyak babi,” tulisnya di pesan media sosial WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Pemuda Muslim Sulut Munawar Syawie menyesalkan hal itu bisa terjadi. Menurutnya, sebaiknya perkara ini dikomunikasikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Minahasa Selatan bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Minsel, juga pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, dan pihak Kepolisian, agar persoalan tersebut tidak melebar atau berdampak kemana-mana.

“Sebagai Tokoh Pemuda Muslim saya sangat menyesalkan atas ucapan tersebut yang dilontarkan oleh oknum Kepala Desa meskipun saya yakin beliau tidak bermaksud demikian dan sebagai warga masyarakat yang taat hukum maka kami kembalikan kepada pihak Kepolisian yang akan menilai dan menentukan apakah hal tersebut termasuk dalam Penistaan Agama,” ujarnya, Minggu (25/08/2024).

Ia kemudian mengimbau agar semua elemen masyarakat supaya saling menjaga kerukunan antar umat beragama.

Baca Juga :  Panglima Angkatan Darat Filipina Anugerahi Kasad Tanda Kehormatan "Combat Kagitingan Badge" level tertinggi

“Saya menghimbau agar kita menjaga kerukunan antar umat beragama, juga kondusifitas apalagi menjelang Pilkada yang tidak lama lagi akan berlangsung. Sangat sensitif isu-isu SARA yang bisa menganggu stabilitas keamanan di Sulut khususnya di Minahasa Selatan sendiri,” ucap Munawar yang adalah Ketua Jaringan Pemuda Remaja Islam Sulut.

Untuk diketahui, dari sekain laporan kasus yang diduga telah dilakukan oleh oknum ASN Minsel JP tersebut tidak satupun yang ditanggapi oleh Pemkab Minsel. Hingga saat ini oknum terlapor penista agama tersebut masih melenggang bebas dalam jabatan kumtua.

Sebelumnya beredar bahwa oknum JP merupakan pegawai Propinsi Sulawesi Utara yang kemudian ditugaskan menjabat sebagai Pj Kumtua di Tumpaan Baru Minsel. Menariknya, menurut warga Tumpaan Baru, oknum ASN JP sering kali menyebut bahwa dia adalah titipan dari Propinsi atau lebih tepat lagi mengaku punya ‘dekengan’ gubernur dan wakil gubernur.

“Saya sendiri beepikir bahwa Pemkab Minsel takut menindaki dia (oknum JP), karena selalu bilang dia titipan gubernur,” ungkap Olvie, warga Tumpaa Baru, beberapa waktu lalu. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Pra-Pendaftaran SPMB Kota Bekasi 2026 Dimulai, 6.000 Akun Terbuat di Hari Pertama
Orang Tua Tersangka Kasus PPA Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Minsel Diduga Ingin Sogok Korban
Balon Terbang Jadi Magnet Hiburan Akhir Pekan Warga di Plaza Patriot Chandrabhaga
Wali Kota Bekasi Lantik Pengurus Baznas Kota Bekasi, H. Sudarsono Pimpin Periode 2026–2031
Tasyakuran & HUT SMSI Kota Bekasi Berjalan Sukses
Ketum PWI Lantik Pengurus PWI Sulawesi Utara Periode 2026-2031
Permudah Perizinan, Wali Kota Bekasi Resmikan Layanan BALAI KEREN diseluruh Kecamatan
Wali Kota Bekasi Gandeng Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif Tangani Banjir dengan Konsep Zero Runoff

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:24 WIB

Pra-Pendaftaran SPMB Kota Bekasi 2026 Dimulai, 6.000 Akun Terbuat di Hari Pertama

Senin, 18 Mei 2026 - 17:48 WIB

Orang Tua Tersangka Kasus PPA Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Minsel Diduga Ingin Sogok Korban

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:49 WIB

Balon Terbang Jadi Magnet Hiburan Akhir Pekan Warga di Plaza Patriot Chandrabhaga

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:58 WIB

Wali Kota Bekasi Lantik Pengurus Baznas Kota Bekasi, H. Sudarsono Pimpin Periode 2026–2031

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:41 WIB

Tasyakuran & HUT SMSI Kota Bekasi Berjalan Sukses

Berita Terbaru

Berita

Tasyakuran & HUT SMSI Kota Bekasi Berjalan Sukses

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:41 WIB