Bupati Minsel Franky Wongkar Disorot Terkait Banyak Koleksi ASN Pj Kumtua Bermasalah, Warga: Kenapa Tidak Ditindaki

- Jurnalis

Rabu, 29 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: background Kantor Bupati Minsel, inserted photo Bupati Minsel Franky Wongkar

Foto: background Kantor Bupati Minsel, inserted photo Bupati Minsel Franky Wongkar

MINSEL, Telusur News,- Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditengarai banyak mengoleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pejabat (Pj) Hukum Tua (Kumtua) bermasalah.

Semua para ASN tersebut diangkat dan dilantik oleh bupati untuk memimpin dan mengelola Dana Desa (DD) di tiap desa tertentu yang belum memiliki kepala desa definitif.

Nah, yang menjadi sorotan adalah, disinyalir banyak desa dipimpin oleh oknum-oknum Pj kumtua yang mempunyai tujuan tertentu saja. Banyak dari mereka yang mempunya kualitas kepemimpinan di bawah rata-rata. Ada yang hanya staf biasa di salah satu instansi, ada yang berstatus ASN namun pernah mangkir dari tugas selama berbulan-bulan, dan berbagai latar belakang unik lainnya.

Namun apa mau dikata, bupati tetap melantik mereka tanpa mempertimbangkan berbagai faktor tersebut. Bahkan indikasinya, para Pj kumtua tersebut hanya menjadi alat bagi petahana dalam Pilkada.

Foto: salah satu oknum Kumtua Desa Tumpaan Baru saat di persidangan di Pengadilan Negeri Amurang

Hal itu bukan hanya isapan jempol belaka. Belum lama ini, 2 (dua) oknum Hukum Tua didakwa pelanggar Pilkada, yaitu Kumtua Desa Tumani Utara dan Kumtua Desa Tumpaan Baru.

Keduanya terbukti bersalah atas pelanggaran Pilkada, dan telah memenuhi unsur berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Lantamal I Salurkan Sembako Kepada Warga Pesisir Belawan

Namun mirisnya, Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati Minsel Franky Donny Wongkar belum melakukan pemberhentian dari jabatan terhadap kedua oknum kepala desa tersebut. Keduanya masih memegang wewenang dan mengelola anggaran Dana Desa yang mereka pimpin.

Hal tersebut lah yang akhirnya memantik beragam komentar dari warga Minsel. Salah satunya datang dari warga Amurang Katrin Werupangkey yang mengomentari bahwa apa yang terjadi tersebut sudah melanggar aturan yang ada.

“Sudah melanggar (aturan) itu,, kenapa tidak ditindaki,” ujar Katrin yang juga Ketua JPKP Minsel, Rabu (29/01/2025).

Ia kemudian mempertanyakan atas tidak ditindaki nya para oknum kumtua yang bersalah. Mengejutkan nya, ia mengatakan, Pemkab Minsel tidak bisa menindaki karena disinyalir karena bupati juga mempunyai masalah yang sama.

“Kenapa (bupati) tidak bisa tindaki, karena dia juga punya kasus yang sama,” ungkapnya.

Tanggapan lain datang dari warga Minsel Yanni Tumanken yang berkomentar, bahwa para oknum Pj kumtua seharusnya diberikan sanksi dengan menarik jabatannya karena telah terbukti melanggar aturan.

Baca Juga :  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo dalam Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru

“Hemat saya ASN atau Penjabat Hukum Tua ini telah melanggar kode etik dan atau telah terbukti melakukan pelanggaran dan sudah diputuskan dalam persidangan yang inkrahct artinya instansi yang berwenang memberi sanksi jabatan, artinya menarik ASN ini dari jabatan Penjabat Hukum Tua sehingga proses administrasi pelayanan di desa tersebut lebih maksimal,” ucapnya.

Foto: Pemeriksaan di Unit Tipikor Polres Minsel

Tidak hanya itu, disinyalir masih banyak Pj kumtua di Minsel yang bermasalah, terbukti dengan banyaknya kumtua yang diperiksa di Polres Minsel, yang hingga kini proses hukumnya masih berjalan.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Minsel.

Untuk diketahui, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Desa, pada pasal 8 ayat (1) menyebutkan, Kepala Desa berhenti karena: a. Meninggal dunia; b. Permintaan sendiri; atau c. Diberhentikan.

Kepala Desa diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c karena:
ayat 2 huruf (g) menyebutkan:
“Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap”. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Data dan Realisasi CSR/TJSL Kota Bekasi
Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Asda I, Soroti Dana RW, PTSL dan CSR
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Data dan Realisasi CSR/TJSL Kota Bekasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Asda I, Soroti Dana RW, PTSL dan CSR

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Berita Terbaru