Kepala SMP PGRI Bantargebang Minta Dinas Pendidikan Kota Bekasi Konsisten Terkait SPMB

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Kepala SMP PGRI Bantargebang, Drs. Dedi Suprihat, M.Pd., meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk konsisten dalam menerapkan mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Hal ini disampaikannya pada Senin (10/2/2025) di ruang kerjanya.

Dedi menegaskan bahwa sekolah-sekolah negeri harus mematuhi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak-Juknis) yang telah ditetapkan, termasuk batasan jumlah ruang kelas belajar (Rumbel). “Jika ketentuannya setiap sekolah negeri hanya memiliki sembilan Rumbel, maka itu harus dipatuhi. Jangan ada upaya untuk menambah lebih dari ketentuan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap jumlah siswa dalam setiap kelas. “Sesuai aturan, setiap kelas maksimal diisi oleh 36 siswa. Jadi, jangan ada tambahan melebihi ketentuan,” tegasnya. Ia juga berharap pengawas sekolah dapat menjalankan tugasnya secara optimal dalam mengawasi proses penerimaan murid baru agar dunia pendidikan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Hadapi Goncangan Global, Presiden Prabowo Yakin Ekonomi RI Tangguh dan Kompetitif

Tanggapan terhadap Kebijakan Larangan Penjualan Buku LKS, Seragam, dan Renang

Menanggapi instruksi Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, yang melarang sekolah menjual buku Lembar Kerja Siswa (LKS), seragam sekolah, dan kegiatan renang, Dedi menilai kebijakan tersebut sebaiknya lebih fleksibel.

“Gubernur jangan terlalu kaku dalam memberi kebijakan terhadap sekolah yang sedang berupaya meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar,” katanya.

Menurutnya, beberapa larangan justru dapat menghambat proses pendidikan. “Misalnya, larangan kegiatan renang. Apakah renang tidak penting bagi siswa? Padahal, di musim hujan seperti sekarang, dengan bencana banjir dan tanggul jebol, kemampuan berenang bisa menyelamatkan nyawa siswa,” jelasnya.

Baca Juga :  KH. Ma’ruf Amin Dukung Penguatan Media Siber Nasional dan HPN 2026 di Banten

Selain itu, ia juga mempertanyakan larangan kegiatan try out dan kunjungan edukatif. “Try out bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga membuka wawasan siswa. Jika siswa tidak mengunjungi museum, cagar budaya, atau situs bersejarah, lalu siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa?” tambahnya.

Dedi menekankan bahwa selama program sekolah bertujuan untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan siswa, maka seharusnya pemerintah mendukung, bukan membatasi. “Kebijakan pendidikan harus tetap berpihak pada peningkatan kualitas belajar-mengajar,” pungkasnya.

(AR)

Berita Terkait

‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan
‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎
‎DPMPTSP Kota Bekasi Komit Jadi ‘Rumah Ketiga’ Bagi Pelaku Usaha dan Urai Hambatan Investasi
Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat
Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja
‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD
‎Tindak Lanjuti LHP BPK, Sekda Kota Bekasi Minta Seluruh OPD Kerja Sesuai Aturan
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:36 WIB

‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:26 WIB

‎DPMPTSP Kota Bekasi Komit Jadi ‘Rumah Ketiga’ Bagi Pelaku Usaha dan Urai Hambatan Investasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:22 WIB

Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Berita Terbaru