BEKASI – Kebijakan penempatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi mendapat kritik tajam dari Pemerhati Kebijakan Publik, Baskoro, yang juga Ketua Lembaga Investigasi Anggaran Publik (LINAP). Ia mempertanyakan keputusan menempatkan Inayatulloh, yang berlatar belakang pendidikan, sebagai Plt Kadinkes.
“Kok saat ini, Plt Kadinkes Kota Bekasi sisi keilmuannya dari Pendidikan, bukan Kesehatan? Ini kan, tidak nyambung,” ujar Baskoro, Senin (25/2).
Menurutnya, jabatan teknis di sektor kesehatan seharusnya diisi oleh orang yang memahami betul kebijakan dan kebutuhan masyarakat di bidang tersebut.
“Kalau di kesehatan itu kan harus mengerti situasi dan kebijakan. Kebutuhan masyarakat seperti apa yang harus dipenuhi kesehatannya, jadi gak asal aja,” tegasnya.
Baskoro juga menilai bahwa kebijakan Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi saat itu, Raden Gani Muhammad, dalam menempatkan orang yang bukan berlatar belakang kesehatan di posisi strategis seperti Dinas Kesehatan, merupakan langkah yang kurang tepat.
“Semestinya harus dirotasi, bukan yang ada sekarang. Harusnya yang lebih kapabel untuk menangani kesehatan,” tambahnya.
Sebagai informasi, saat ini Plt Kadinkes Kota Bekasi dijabat oleh Inayatulloh yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) 2 Kota Bekasi.
Keputusan ini memicu pertanyaan di kalangan pemerhati kebijakan publik dan masyarakat mengenai efektivitas pengelolaan sektor kesehatan di Kota Bekasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bekasi terkait kritik tersebut.
















