Patok 1 Juta Per Sekolah Untuk Workshop Dinas Pendidikan Minsel Dan LSM Yogyakarta, LI-TIPIKOR dan JPKP Buka Suara

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kegiatan workshop yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Minsel bekerja sama dengan LSM dari Yogyakarta

Foto: Kegiatan workshop yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Minsel bekerja sama dengan LSM dari Yogyakarta

MINSEL, Telusur News,- Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Selatan belum lama ini menggelar workshop yang bertema, “Smart Teaching Untuk Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Dan Kemampuan Guru Untuk Mengajar Di Dalam Kelas”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 4-5 Maret 2025.

Workshop Smart Teaching Peningkatan Kompetensi tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel).

Namun kegiatan tersebut mendapatkan sorotan karena sumber dana kegiatan ternyata diambil dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari tiap-tiap sekolah peserta workshop. Tidak tanggung-tanggung, masing-masing sekolah dipatok biaya 1 juta rupiah.

Sedangkan kegiatan tersebut diperkirakan diikuti oleh ratusan sekolah tingkat SD dan SMP se-Minsel.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu kepala sekolah SMP. “Itu dari anggaran pergeseran dana BOS,” ungkap salah kepala sekolah yang namanya tidak ingin dipublikasikan, Kamis (06/03/2025).

Namun demikian, kepala sekolah tersebut tidak mempersoalkan dikarenakan kegiatan tersebut dianggap bermanfaat untuk sekolah.

“Iya, soalnya untuk kemampuan guru mengajar di kelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran

Informasi yang didapat, kegiatan workshop tersebut diprakarsai oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau non government organisation (NGO) dari Yogyakarta. LSM tersebut bernama Yayasan Surya Nusa Cendekia Yogyakarta, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Minsel.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minsel Arthur Tumipa ketika dihubungi wartawan, Jumat (07/03).

“Iya, dari salah satu NGO dari Yogyakarta,” kata Tumipa.

Namun, Tumipa yang juga merupakan Asisten III Pemkab Minsel menjelaskan, workshop tersebut sudah melalui kajian dan dianggap bermanfaat, maka penting untuk dilakukan.

“Bagi saya jika regulasinya jelas, ada manfaatnya juga, dan sudah dikoordinasikan, ya sudah,” ucap Kadis Tumipa.

Namun sayangnya, beberapa pihak menganggap hal tersebut melanggar aturan, sebab kegiatan workshop yang diadakan dibebankan dari dana BOS. Sedangkan diketahui di awal tahun 2025 ini belum ada pencairan dana BOS. Jangan sampai justru kegiatan yang nampaknya bermanfaat namun mengandung indikasi penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah, Sebelumnya Gowes dari Rumah 

“Jelas itu tidak boleh, masa dana BOS dipakai untuk kegiatan seperti itu, dan apakah tidak ada LSM yang lain yang pantas di Minsel dan mau pakai LSM dari luar, patut ditelusuri,” ujar Katrin Werupangkey, Ketua JPKP Minsel.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LI-TIPIKOR DPW Sulawesi Maluku Papua, Yosep. Menurutnya tidak boleh anggaran BOS digunakan untuk kegiatan workshop.

“Dana BOS tak boleh dibebankan untuk kegiatan begitu, apalagi jika biayanya 1 juta per sekolah, coba hitung jika ada 100 sekolah saja sudah ada 100 juta,” tandasnya.

Maka jika benar sumber anggaran diambil dari dana BOS setiap sekolah SD dan SMP se-Minsel maka berarti ada sekitar ratusan juta rupiah yang dikumpulkan pada saat kegiatan workshop tersebut. Pertanyaannya, apakah kegiatan tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkan?

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah

Berita Terbaru

Ketenagakerjaan

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK agar Siap Kerja atau Berwirausaha

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:59 WIB