‎APKSLI Soroti Dugaan Tuntutan Pidana di Bawah Ketentuan Undang-Undang dalam Kasus Perdagangan Sisik Trenggiling di PN Jakarta Barat

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 15 Oktober 2025 – Dalam rilis resmi, Advokat dan Peneliti Kejahatan Satwa Liar Indonesia (APKSLI) menyampaikan pernyataan sikap serius mengenai temuan adanya dugaan kejanggalan dalam penuntutan pidana terkait kasus kejahatan satwa liar yang saat ini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

‎Kasus yang menjadi sorotan adalah Perkara Nomor 734/PID.SUS-LH/2025/PN JKT.BRT atas nama Terdakwa Rizki Jalupratomo bin Bambang Sumardiko, terkait perburuan trenggiling untuk diambil sisiknya yang diduga akan dijual secara ilegal. Sisik trenggiling sendiri dikenal memiliki nilai jual fantastis dan disinyalir digunakan sebagai prekursor dalam instrumen narkotika.

‎APKSLI menemukan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini, Refina Donna Sihombing, S.H. (RDS), hanya menuntut Terdakwa dengan pidana penjara 1 (satu) tahun dan denda 20 (dua puluh) juta Rupiah.

‎Menurut APKSLI, tuntutan tersebut dinilai jauh di bawah ketentuan hukum yang berlaku. Berdasarkan temuan dan kajian APKSLI terhadap materi persidangan, terdakwa seharusnya dikenakan tuntutan sesuai dengan Pasal 40A huruf F, yang mengatur ancaman pidana penjara paling singkat selama 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara.

‎”Kami menemukan adanya indikasi malpraktik terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena tuntutan yang diajukan oleh JPU RDS tidak sesuai dengan Undang-Undang dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia terkait kejahatan satwa liar,” ujar Andreas Sapta Finady, S.H., M.H., C.Med, Founder APKSLI.

‎APKSLI, yang fokus pada pembelaan hak dan perlindungan satwa liar, menyatakan akan bersikap tegas dalam mengawal kasus ini. Organisasi ini berupaya memastikan keadilan ditegakkan sesuai dengan hukum yang berlaku, khususnya terkait fungsi dan tugas Jaksa sebagai pengacara negara yang harus bertindak berdasarkan fakta persidangan.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Sidak ke SPKT dan Samsat Jakarta Selatan



‎Menanggapi situasi ini, APKSLI berkolaborasi dengan tim Kuasa Hukum dari pihak lain, Rekan Fahmid & Rekan Usman, adalah Pengacara Nikita Mirzani. APKSLI yang hadir adalah Nanda Nababan., S.H & Andreas Sapta Finady., S.H., M.H., C.Med dalam Agenda Pledoi oleh Tim Kuasa Hukum & Terdakwa Nikita Mirzani.

‎Kerja sama ini didasari oleh pertimbangan serius terhadap penegakan hukum dan alasan humanis—mengambil tindakan yang mengutamakan prinsip kemanusiaan, dalam konteks ini, menegakkan hak asasi manusia untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

‎”Hak Asasi Manusia adalah juga keagungan, dalam arti kata sesuatu yang mulia karena dimuliakan Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Andreas Sapta F., S.H., M.H., C.Med.

‎APKSLI secara tegas meminta Jaksa Penuntut Umum untuk menghentikan segala bentuk kegiatan yang berpotensi menjadi malpraktik peradilan dan senantiasa bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku.

‎”Kami sangat serius dan tidak main-main dalam menangani kasus ini, serta memastikan bahwa keadilan ditegakkan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah Advokat Nanda Nababan, S.H., Pimpinan APKSLI.

‎APKSLI berharap pernyataan sikap ini menjadi perhatian serius bagi Kejaksaan Agung RI untuk melakukan evaluasi dan pengawasan internal.

Baca Juga :  Panglima TNI Pimpin Serah Terima Dua Jabatan Strategis TNI

Berita Terkait

ASKAINDO Sulut Audiensi dan Beri Dukungan Kepada Kejari Minsel atas Upaya Pemberantasan Korupsi
Kejari Minsel Geledah dan Sita Berkas di KPU Minsel, Banyak Pihak Minta Kejari Turut Periksa Bawaslu
PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Informasi, Minta Humas Polres Perkuat Komunikasi dengan Media
PWI Pusat dan AFPI Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pindar, Inklusi Keuangan, dan Perlindungan Publik
Bapenda Kota Bekasi Catat Realisasi PAD Rp2,065 Triliun, Sektor Kuliner dan PBB Mendominasi
‎LSM Forkorindo Soroti BPN Kota Bekasi Soal PTSL 2026 ‎
‎Kemeriahan Peringatan Hari Anak Nasional Kota Bekasi: Hadirkan Edukasi Interaktif hingga Apresiasi dari Wali Kota
PWI Bekasi Raya Sambut Kapolres Baru, Harapkan Kemitraan Polri – Pers Tanpa Sekat

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:07 WIB

ASKAINDO Sulut Audiensi dan Beri Dukungan Kepada Kejari Minsel atas Upaya Pemberantasan Korupsi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Kejari Minsel Geledah dan Sita Berkas di KPU Minsel, Banyak Pihak Minta Kejari Turut Periksa Bawaslu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:05 WIB

PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Informasi, Minta Humas Polres Perkuat Komunikasi dengan Media

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PWI Pusat dan AFPI Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pindar, Inklusi Keuangan, dan Perlindungan Publik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Bapenda Kota Bekasi Catat Realisasi PAD Rp2,065 Triliun, Sektor Kuliner dan PBB Mendominasi

Berita Terbaru