KOTA BEKASI – Badan Layanan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (BLUD PALD) Kota Bekasi menorehkan prestasi gemilang di penghujung tahun anggaran 2025. Di bawah kepemimpinan Andrea Sucipto, SE, lembaga ini berhasil membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp8,9 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebesar Rp4 miliar.
Kepala BLUD PALD Kota Bekasi, Andrea Sucipto, SE, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari status fleksibilitas yang dimiliki BLUD, yang memungkinkan pihaknya melakukan langkah strategis dan ekspansi layanan ke luar daerah.
Andrea menjelaskan bahwa BLUD PALD Kota Bekasi saat ini menjadi satu-satunya pengelola air limbah domestik di Indonesia yang mengantongi izin terverifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Keunggulan regulasi ini dimanfaatkan untuk menjalin Kerjasama Operasional (KSO) dengan berbagai wilayah di Pulau Jawa.
”Capaian Rp8,9 miliar ini adalah bukti nyata fleksibilitas BLUD. Kita bisa bermanuver meningkatkan layanan dan PAD tidak hanya di dalam kota. Saat ini, kami sudah memiliki cabang pengolahan melalui sistem KSO di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,” ujar Andrea Sucipto dalam keterangannya, Rabu (14/01/2026).
Selain ekspansi cabang, BLUD PALD juga aktif menjalin kemitraan dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di berbagai daerah untuk mengoptimalkan layanan pengolahan limbah.
Meski melampaui target pemerintah kota hingga lebih dari 200%, Andrea mengakui bahwa angka tersebut sebenarnya masih di bawah target internal yang dipatok sebesar Rp12 miliar untuk mencapai Break Even Point (BEP). Penurunan dari target internal ini disebabkan oleh serangkaian bencana alam yang menghambat jalannya operasional di instalasi pengolahan.
”Tahun ini kami menghadapi tantangan yang cukup berat. Instalasi pengolahan kami terdampak bencana longsor sampah hingga dua kali, ditambah terjangan puting beliung. Hal ini menyebabkan operasional sempat terganggu dan tidak berjalan optimal,” jelas Andrea.
Meski diterjang kendala teknis akibat bencana, efisiensi dari hasil kerjasama luar daerah tetap mampu menutupi kerugian dan memberikan surplus bagi kas daerah Kota Bekasi.
Kedepannya, BLUD PALD Kota Bekasi berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana agar target mandiri (BEP) dapat tercapai sepenuhnya di tahun mendatang, sembari terus memperluas jangkauan layanan sebagai pelopor pengelolaan air limbah di Indonesia. (*)
















