‎Ketua DPRD Kota Bekasi Soroti Terkait Pemotongan Dana Transfer Pusat ke Daerah

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, memberikan catatan kritis terkait implementasi otonomi daerah yang hingga kini dinilai belum mencapai hasil maksimal. Hal tersebut diungkapkannya menanggapi dinamika hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berdampak pada akselerasi pembangunan di tingkat lokal.

Menurut Sardi, kemandirian daerah dalam mengelola pembangunan sangat bergantung pada stabilitas anggaran yang diterima dari pusat. Ia menekankan pentingnya menjaga volume transfer kas agar daerah memiliki ruang gerak yang cukup untuk berinovasi.

Baca Juga :  Ganjarist Sulut Rakor Bersama Ganjarist Boltim

‎”Prinsipnya, jangan sampai transfer kas daerah itu dikurangi lagi. Nah, sehingga harapannya pemerintah daerah itu supaya ada inovasi daerah, fleksibilitas penganggaran,” ujar Sardi Efendi saat memberikan keterangan kepada media, Senin (27/04/2025)

‎Sardi menambahkan bahwa fleksibilitas anggaran melalui transfer kas yang stabil akan membuat pemerintah daerah lebih leluasa dalam menjalankan program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

‎Ketika ditanya mengenai sejauh mana efektivitas program-program daerah saat ini, politisi senior ini mengakui bahwa capaian yang ada belum sepenuhnya optimal. Kendala utamanya tetap bermuara pada kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat yang membatasi ruang fiskal daerah.

Baca Juga :  Seleksi SKD Catar Poltekip dan Poltekim Telah Dimulai

‎”Ya belum maksimal, kan karena ada pengurangan transfer kas daerah dikurangi oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

‎Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat agar kedepannya kebijakan penganggaran dapat lebih mendukung kemandirian daerah. Dengan transfer kas yang terjaga, diharapkan Pemerintah Kota Bekasi mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih inklusif dan solutif bagi seluruh lapisan masyarakat. (M-3L)

Berita Terkait

Tanggapi Pemberitaan, Berikut Pernyataan Tegas Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026
Di Ajang Sunda Karya Fest 2026 Kota Bekasi Raih Predikat Fashion Terkini Anugerah Fashion Show PKJB 2026 Se-Jawa Barat
Warga Soroti Beberapa Dugaan Penyalahgunaan Anggaran yang Libatkan Rony Lengkey
‎PWI Jabar Gelar UKW, Yomanius Untung Tegaskan Kredibilitas dan Integritas Wartawan adalah Harga Mati
Penataan Kawasan Pondok Gede dan Pasar Baru Jadi Awal Pembenahan Persoalan Menahun di Era Tri Adhianto
Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan
Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII Kota Bekasi, Pentingnya Pembangunan SDM Seimbang dengan Infrastruktur
Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:24 WIB

Tanggapi Pemberitaan, Berikut Pernyataan Tegas Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:51 WIB

Di Ajang Sunda Karya Fest 2026 Kota Bekasi Raih Predikat Fashion Terkini Anugerah Fashion Show PKJB 2026 Se-Jawa Barat

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:41 WIB

Warga Soroti Beberapa Dugaan Penyalahgunaan Anggaran yang Libatkan Rony Lengkey

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:12 WIB

‎PWI Jabar Gelar UKW, Yomanius Untung Tegaskan Kredibilitas dan Integritas Wartawan adalah Harga Mati

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:23 WIB

Penataan Kawasan Pondok Gede dan Pasar Baru Jadi Awal Pembenahan Persoalan Menahun di Era Tri Adhianto

Berita Terbaru