MINSEL, TelusurNews,- Setelah sekian lama, warga Desa Pinaling Kecamatan Amurang Timur menanti perbaikan akses jalan ke desa tersebut, akhirnya jalan diperbaiki.
Namun sangat disayangkan, akses jalan yang diperbaiki terkesan asal jadi. Terpantau dari lokasi, ada beberapa titik yang pengaspalannya dikerjakan secara tidak profesional. Warga pun kemudian ramai memposting di media sosial (medsos) Facebook.

Diketahui, anggaran pengerjaannya ditata pada tahun anggaran (TA) 2023, namun baru dikerjakan pada sekitar Februari 2024.
Dan menurut warga, semenjak awal perbaikan jalan hingga selesai pada sekitar akhir Februari lalu, tidak pernah nampak plang atau papan pemberitahuan mengenai kisaran anggaran dan atau dari pihak kontraktor mana yang mengerjakannya.
Kuat dugaan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sengaja menyembunyikan siapa pihak ketiga atau kontraktor pelaksana.
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Desa Pinaling Decky Losung.
“Saya sempat ke kantor Dinas PU. Tapi sesampainya di sana saya coba tanyakan ke kepala dinas (kadis), tapi kadis mengatakan tidak tau siapa kontraktor yang mengerjakan jalan itu, masa seorang kepala dinas tidak tau siapa kontraktor,” ungkap Decky, Minggu (24/03/2024).
Wartawan media ini kemudian mencoba melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran, akses jalan Desa Pinaling yang diperbaiki tersebut hanya berkisar kira-kira 500 meter, yang pengerjaannya terpotong menjadi dua titik dengan kisaran masing-masing 250 meter. Namun terpantau di beberapa titik ketebalan aspal jalan hanya berkisar 3-4 milimeter, yang artinya tidak sesuai standar pengerjaan.

Selain pengerjaannya terkesan asal jadi, terpantau di sepanjang ruas jalan tersebut masih banyak jalanan berlobang dan rusak parah, yang mungkin belum masuk pada anggaran perbaikan ruas jalan tersebut.
Warga mengatakan, anggaran pengerjaan jalan tersebut hampir 1 miliar, atau berkisar 900 juta lebih.
Namun menurut warga Decky Losung, salah satu tokoh masyarakat Desa Pinaling kepada wartawan mengatakan, pembuatan jalan tersebut menurutnya tidak sesuai prosedur. Bahkan ia mempersilahkan ahli untuk memeriksa kembali hasil pengerjaan proyek jalan tersebut.
“Pembuatan jalan ini tidak sesuai prosedur kalau saya lihat, bisa saya undang ahli juga datang periksa, panasnya (hotmix) sudah tidak standar, sudah dibawah standar” ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat tindakan oknum kontraktor nakal, yang kemudian akan mempengaruhi kinerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
“Ini tidak benar pengerjaannya, ini mempermalukan nama baik bupati. Jadi ingat, anda-anda kontraktor nakal, anda telah mempermalukan bupati,” tandas Losung.

Besar harapan warga agar Pemerintah dapat meninjau kembali pengerjaan akses jalan Desa Pinaling tersebut.
“Harapan kepada pemerintah, semoga ini segera diperhatikan, harus lebih kontrrol lagi pekerjaan seperti ini, sebab jika tidak dikontrol akan merusak nama baik pemerintah kabupaten,” pungkasnya.
Terkait hal ini, wartawan media ini kemudian mencoba untuk menghubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Selatan, yaitu Kepala Bidang Bina Marga Andre Wajong lewat pesan singkat WhatsApp pribadinya. Namun sangat disayangkan hingga berita ini tayang Wajong belum menanggapi. (red)
Editor : Toar Lengkong
















