Kementerian PU dan Komisi V DPR RI Dorong Penanganan Banjir dan Akses Jembatan Terputus di Padang Pariaman

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Komisi V DPR RI mendorong percepatan penanganan banjir di Sungai Muaro Ulakan dan perbaikan akses Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang terputus akibat banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Komitmen ini ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Kamis (3/7), didampingi jajaran Kementerian PU dan Pemerintah Daerah.

Sungai Muaro Ulakan menjadi perhatian utama karena sedimentasi yang tinggi di muara menyebabkan aliran air tersumbat dan memicu banjir. Banjir tersebut berdampak pada terendamnya ribuan hektar sawah sehingga pertanian warga terganggu.

“Kami mengharapkan ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian PU, untuk membangun pengarah arus, misalnya Bangunan Jetty,” ujar Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz.

Menanggapi hal tersebut, Dwi Purwantoro yang saat itu menjabat sebagai Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air menjelaskan bahwa sedimentasi di daerah Muaro Ulakan dipicu angin barat daya yang menimbulkan gelombang dan arus laut yang membawa sedimen sehingga saat musim kemarau aliran terhambat di Lokasi tersebut. “Kami akan lihat dulu apakah gelombang pecahnya membutuhkan Jetty yang sampai dalam atau tidak. Akan dianalisis juga apakah memang diperlukan Jetty sebagai pengarah arus, karena jika membangun Jetty namun objek yang akan dilindungi tidak terlalu banyak, biayanya terlalu mahal,” kata Dwi.

Baca Juga :  Kasad : Laporkan ke Kami Jika Ada Indikasi Ketidaknetralan Prajurit

Sedimentasi ini sebelumnya telah dilaksanakan penanganan yang didukung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang serta stakeholder terkait dengan pengerahan alat berat berupa 8 excavator, 1 amphibious excavator, dan 1 bulldozer, serta pemasangan karung pasir. Namun, upaya ini terbukti tidak cukup efektif karena dalam waktu dua bulan sedimen kembali menumpuk dan menghambat aliran air

Lebih lanjut, Dwi juga mengatakan bahwa akan segera dilakukan evaluasi terkait penanganan di Sungai Muaro Ulakan karena selain berdampak pada jalan dan rumah penduduk, banjir di Sungai tersebut akan berpengaruh pada ketahanan pangan. “Kenaikan air 0,5 cm atau 1 cm saja akan sangat berpengaruh pada tinggi/ elevasi sistem aliran sungainya yang juga dipengarui gelombang laut. Usulan ini sudah masuk, namun baru bisa kita masukan ke RPJMN tahun 2027. Nanti akan kami sampaikan dahulu ke pimpinan,”sambung Dwi.

Baca Juga :  Upaya Penyelundupan Sabu Seberat 10 Kilogram Berhasil Digagalkan Satgas Yonarmed 16/TK

Selain penanganan banjir, tim juga meninjau Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang merupakan akses utama penghubung ke Jalan Nasional Bukittinggi dan jalur distribusi utama hasil pertanian. Jembatan ini mengalami keruntuhan akibat banjir pada tahun 2023 sehingga akses warga terputus. Akibatnya, 8.035 warga dari tiga nagari—Sikabu, Lubuk Alung, dan Surantiah—kesulitan mengakses layanan publik dan pasar.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmoro menyampaikan bahwa kedua isu ini akan segera dikaji oleh Direktorat teknis terkait. “Apa yang sudah disampaikan akan segera dikaji lebih dalam oleh Ditjen terkait dan akan dilakukan koordinasi dengan jajaran pemda. Kami juga akan melaporkannya kepada Menteri,” ujar Triono.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae juga menyatakan dukungannya mengenai usulan Bupati  Padang Pariaman. “Berdasarkan dua titik yang sudah kita tinjau, memang diperlukan penanganan serius. Kami sejalan dengan harapan Bapak Bupati,” katanya. (HAL/Mar/Rka)

Berita Terkait

Penataan Kawasan Pondok Gede dan Pasar Baru Jadi Awal Pembenahan Persoalan Menahun di Era Tri Adhianto
Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan
Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII Kota Bekasi, Pentingnya Pembangunan SDM Seimbang dengan Infrastruktur
Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027
Kejari Kota Bekasi Eksekusi Pemusnahan Barang Bukti 164 Perkara Pidum dan Pidsus
Frits Saikat Apresiasi Kepemimpinan H. Darkam Suryadi: Bukti Nyata Pemimpin Berbasis Kerja Nyata
Ratusan Wartawan Deklarasikan Pers Bekasi Raya 2026, Tegaskan Komitmen Profesionalisme dan Persatuan
Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN), Hadir Dengan Visi: Menyatukan Pemuda Ono Niha

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:23 WIB

Penataan Kawasan Pondok Gede dan Pasar Baru Jadi Awal Pembenahan Persoalan Menahun di Era Tri Adhianto

Senin, 22 Juni 2026 - 10:12 WIB

Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:19 WIB

Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII Kota Bekasi, Pentingnya Pembangunan SDM Seimbang dengan Infrastruktur

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:15 WIB

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:55 WIB

Kejari Kota Bekasi Eksekusi Pemusnahan Barang Bukti 164 Perkara Pidum dan Pidsus

Berita Terbaru

Berita

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:15 WIB