Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 13 Agustus 2026– Geliat sektor bisnis dan industri di Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang Semester I 2026. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan jumlah pelanggan bisnis dan industri yang dilayani PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat secara year-on-year (YoY). Jumlah pelanggan bisnis mencapai 1.054.347 pelanggan, tumbuh 11,32 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 947.135 pelanggan. Sementara itu, pelanggan industri meningkat 8,38 persen dari 19.157 pelanggan menjadi 20.762 pelanggan pada periode yang sama.

General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas produktif di Jawa Barat. PLN terus mengimbangi pertumbuhan tersebut dengan memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan serta meningkatkan kualitas layanan bagi dunia usaha.

“Pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menunjukkan aktivitas produktif di Jawa Barat terus berkembang. Bagi PLN, hal ini menjadi dorongan untuk terus memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat dipenuhi dengan layanan yang semakin mudah, cepat, dan andal sehingga kegiatan usaha dapat berjalan dan berkembang dengan baik,” ujar Joharifin.

Baca Juga :  Pemkab Minsel Gelar Upacara Perayaan HUT Kabupaten Ke-19, Dirangkai dengan Ibadah Syukur dan Paripurna

Pertumbuhan pelanggan dari sektor produktif tersebut juga berjalan beriringan dengan geliat investasi di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp138,13 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 246.887 orang. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia sekaligus provinsi dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar pada semester pertama tahun ini.

Joharifin menjelaskan, pertumbuhan dunia usaha perlu diimbangi dengan ketersediaan listrik yang memadai dan kemudahan memperoleh layanan kelistrikan. Selain menjaga keandalan pasokan, PLN terus meningkatkan kualitas proses pelayanan agar kebutuhan listrik pelanggan dapat dipenuhi secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“PLN ingin memastikan pertumbuhan dunia usaha di Jawa Barat diikuti dengan kesiapan layanan kelistrikan yang memadai. Ketika pelaku usaha membutuhkan listrik untuk memulai, meningkatkan kapasitas, maupun mengembangkan usahanya, kami siap memberikan dukungan kelistrikan sesuai kebutuhan,” tambah Joharifin.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Sosialisasi Konektivitas Angkutan Feeder Untuk Menunjang Layanan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek Lintas Pelayanan

Menurut Joharifin, ketersediaan listrik yang andal memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas sekaligus membuka ruang bagi dunia usaha untuk terus bertumbuh. Karena itu, PLN UID Jawa Barat akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan dan meningkatkan kualitas layanan seiring dengan berkembangnya kebutuhan pelanggan.

“Listrik bukan hanya menjadi kebutuhan operasional, tetapi juga salah satu penggerak aktivitas ekonomi. Kami berharap semakin mudahnya masyarakat dan pelaku usaha memperoleh akses listrik dapat mendukung peningkatan produktivitas, pertumbuhan usaha, serta memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Barat,” tutup Joharifin.

Melalui penguatan infrastruktur kelistrikan dan peningkatan kualitas layanan, PLN UID Jawa Barat terus menjaga kesiapan sistem kelistrikan untuk mengimbangi pertumbuhan sektor bisnis dan industri. Dengan pasokan listrik yang andal dan layanan yang semakin mudah diakses, PLN berkomitmen terus mendukung geliat dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Berita Terkait

‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Lembaga GRIM Tegaskan Dukungan Kebebasan Pers dan Aksi Damai Wartawan di Kabupaten Bekasi
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:38 WIB

‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Berita Terbaru