Apresiasi! Kepedulian Terhadap Bangsa dan Lingkungan, Aktivis Jakarta Raya Gelar Ngopi Bareng dan Tebar Benih Ikan

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Aktivis Jakarta Raya lintas generasi gelar acara Ngopi Bareng di Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Tangerang pada Sabtu (04/06/2022). Aktivis Jakarta Raya dari angkatan era-1980-an, 1990-an sampai 2000-an berdiskusi soal-soal kebangsaan, rakyat dan lingkungan hidup.

Aktivis Jakarta Raya mengawali Ngopi Bareng dengan menebar bibit ikan dan penanaman pohon di tepi sungai Cisadane. Dua kegiatan tersebut merupakan langkah konkret pelestarian lingkungan hidup, dimulai dari tepi sungai Cisadane, dan menyebar untuk seluruh Indonesia.

Seorang Aktivis Jakarta Raya, Uyus menyebutkan peradaban dimulai dari tepi sungai. Tebar benih ikan dan menanam pohon merupakan energi untuk perbaikan bagi sungai Cisadane. Benih ikan yang ditebar sekitar 10.000 ikan lele, mujair dan nila. Juga menamam bakau di tepi sungai Cisadane.

Baca Juga :  Marsya Miracle Christabel Montolalu Raih Sederet Prestasi Dalam Ajang Fashion Show

“Mudah-mudahan mendapatkan balasan dari semua mahluk yang ada di sungai Cisadane dan seluruh Indonesia.” harap Uyus.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 aktivis dari Jabodetabek, Padang, Surabaya dan Cilegon itu, dilanjutkan disuskusi seputar kebangsaan, Rakyat dan lingkungan hidup. Diskusi dipandu oleh Antohny Danar dari Strategi Institute, yang juga aktivis Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ).

Aktivis Jakarta Raya bersepakat meninggalkan sejenak dukung-mendukung Caprese jelang 2024, juga bicara politik kenegaraan. Namun lebih membicarakan soal-soal politik kebangsaan.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis senior Bob Randelawe. Bob juga mengatakan, tinggalkan sejenak organisasi atau afilasi masing-masing, dan kita bersama ngopi bareng bicara tentang Bangsa dan Rakyat, juga menjaga konstitusi.

Baca Juga :  Ketua MPR RI 2019-2024 Bamsoet Tegaskan Tidak Ada Lagi Hambatan Politik Kemensos Usulkan Mantan Presiden Soeharto Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional

“Pentingnya aktivis ikut menjaga dan mengawal konstitusi UUD 1945, juga bagaimana konstitusi itu dipraktikan.” ujar Bob.

Bob juga mengatakan, perbedaan pandangan dan pikiran merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Namun jangan sampai memisahkan satu aktivis dengan aktivis lain. Utamanya dalam misi suci mengawal konstitusi.

Aktivis senior lainnya, Usmar Ismail mengatakan, perbedaan dalam berpikir merupakan hal yang biasa. Tetapi di tengah perbedaan itu persatuan harus tetap dijaga, utamanya dalam mengawal konstitusi UUD 1945.

Aktivis Jakarta Raya berharap, acara Ngopi Bareng ini bisa terus dilakukan dan tindaklanjut untuk mengawal serta menjaga Bangsa, Konstitusi UUD 1945 dan lingkungan hidup.***

Berita Terkait

Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah, Sebelumnya Gowes dari Rumah 
Pemerintah Terbitkan Tiga Regulasi Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor
TC Mandiri hingga Target Juara, Pertina Kota Bekasi Tancap Gas di Tengah Keterbatasan
‎Imigrasi Bekasi Amankan 78 WNA di Proyek Konstruksi, Diduga Kerja Tanpa Izin ‎
‎Kantor Imigrasi Bekasi Pastikan Tetap Beroperasi Normal Setiap Hari Jumat
Wali Kota Bekasi Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa
Pencopotan Gus Shol Ditolak 11 PAC, Legitimitas Keputusan Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:06 WIB

Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah, Sebelumnya Gowes dari Rumah 

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB

Pemerintah Terbitkan Tiga Regulasi Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 20:32 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Kamis, 16 April 2026 - 18:48 WIB

TC Mandiri hingga Target Juara, Pertina Kota Bekasi Tancap Gas di Tengah Keterbatasan

Rabu, 15 April 2026 - 20:31 WIB

‎Imigrasi Bekasi Amankan 78 WNA di Proyek Konstruksi, Diduga Kerja Tanpa Izin ‎

Berita Terbaru