Tinjau Pasar Tumpah di Rooftop Pasar Baru, Tri Adhianto: Fasilitas Kanopi, Eskalator hingga Lift Barang Disiapkan Bertahap

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Bekasi terus melanjutkan penataan kawasan Pasar Baru Bekasi melalui relokasi pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Mohammad Yamin ke area Rooftop Blok I Pasar Baru. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang publik sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan hingga hari ke-29 pelaksanaan relokasi, sebanyak 216 pedagang dari sekitar 300 pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Juanda telah menempati lokasi baru di Rooftop Blok I.

“Penataan ini bukan sekadar memindahkan pedagang, tetapi membangun ekosistem perdagangan yang lebih baik. Kami ingin jalan kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sementara aktivitas ekonomi para pedagang tetap berjalan bahkan semakin berkembang,” ujar Tri Adhianto saat meninjau Pasar Baru Bekasi, Selasa (21/7/2026).

Tri mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mulai membiasakan berbelanja di lokasi baru agar aktivitas ekonomi para pedagang dapat kembali pulih.

“Kami berharap masyarakat mulai beradaptasi berbelanja di rooftop. Kehadiran pembeli menjadi kunci agar para pedagang dapat segera bangkit dan kawasan pasar semakin hidup,” katanya.

Baca Juga :  Nyalon DPR RI, Sekjen Pemuda Pancasila Sambangi Tokoh Lebak

Untuk menunjang kenyamanan, Pemerintah Kota Bekasi telah memasang sekitar 70 titik lampu penerangan di area rooftop. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai peningkatan fasilitas secara bertahap, mulai dari pembangunan awning atau penutup atap, hingga penyediaan akses vertikal berupa eskalator dan lift barang.

“Kami memahami masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Awning akan kami siapkan agar pedagang lebih nyaman berjualan, sementara eskalator maupun lift barang akan kami kaji dan diwujudkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Jika memungkinkan, kami juga akan memanfaatkan dukungan program CSR agar pembangunan bisa lebih cepat terealisasi,” jelasnya.

Menurut Tri, keberadaan lift barang akan mempermudah distribusi sayuran dan kebutuhan dagangan menuju rooftop, sementara eskalator akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya lansia, penyandang disabilitas, maupun pembeli yang membawa barang belanjaan.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mulai mengkaji pemanfaatan Rooftop II sebagai lokasi relokasi lanjutan bagi pedagang yang saat ini masih berjualan di kawasan Jalan Mohammad Yamin. Diperkirakan terdapat sekitar 500 hingga 600 pedagang di kawasan tersebut, sehingga total pedagang yang akan ditata mencapai sekitar 800 orang.

Baca Juga :  Gunung Padang Bakal Dipugar, Fadli Zon Sebut Punden Berundak Adalah Piramida Indonesia

“Kami sedang menghitung kapasitas Rooftop II. Jika memungkinkan, pedagang di Mohammad Yamin juga akan direlokasi sehingga seluruh aktivitas perdagangan berada di area resmi pasar. Dengan begitu Jalan Juanda dan Mohammad Yamin bisa kembali optimal sebagai jalur lalu lintas masyarakat,” ungkapnya.

Tri juga menegaskan bahwa relokasi ke dalam area pasar memberikan kepastian biaya usaha bagi para pedagang. Mereka hanya dikenakan retribusi resmi sehingga dapat mengurangi berbagai pungutan yang selama ini muncul saat berjualan di badan jalan.

“Pemerintah hadir untuk memberikan kepastian. Pedagang cukup membayar retribusi resmi sehingga biaya operasional menjadi lebih ringan dan lebih transparan. Harapannya pendapatan mereka juga akan meningkat seiring semakin lengkapnya fasilitas dan bertambahnya jumlah pembeli,” tegasnya.

(Ndoet)

Berita Terkait

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Temukan PKL Kembali Berjualan di Badan Jalan CFD, Wali Kota Bekasi Evaluasi Satpol PP Untuk Lebih Tegas Dan Sigap
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Kepala BPKAD Kota Bekasi Ungkap Terkait Upaya Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN dan KJPP
Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat
‎Pendapatan Pajak Kota Bekasi Per September 2026, Bapenda: PBB-P2 Capai Rp475 Miliar, BPHTB Rp297 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Temukan PKL Kembali Berjualan di Badan Jalan CFD, Wali Kota Bekasi Evaluasi Satpol PP Untuk Lebih Tegas Dan Sigap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru