oleh

Sesuai RTRW, Seluas 3.190 HA Lahan di Kec. Cileles Siap Jadi Kawasan Industri

LEBAK – Sebanyak 3.190 hektar lahan di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak akan menjadi kawasan industri. Ini sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang sudah ditetapkan bersama Bupati dan DPRD Lebak.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak, Yosep M Holis menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang sudah membantu Pemkab menciptakan suasana kondusif sehingga menarik investor masuk.

Lanjut Yosef, pada tahun 2021 Pemkab Lebak sepakat dengan DPRD membahas Perda Revisi RTRW Kabupaten Lebak yang salah satunya adalah memanfaatkan program strategis Nasional jalan tol Serang – Panimbang (Serpan) untuk menetapkan beberapa kawasan industri di sepanjang jalan tol diantaranya di Kec. Cimarga, Cikulur, Cileles dan sebagian kecil Banjarsari.

Khusus di Kecamatan Cileles, Pemkab menetapkan kawasan industri terpadu seluas 3.190 Ha yang juga telah disupport menteri investasi dengan beberapa kali mengnjungi rencana lokasi dan tahun ini membuat pra masterplan utk kawasan tersebut.

Kawasan industri itu, ujar dia, dipusatkan di Desa Pasidangan Kecamatan Cileles yang menjadikan pintu gerbang tol tersebut.

Sebagian desa Pasindangan beserta 5 desa lainnya termasuk yg diplot sebagai kawasan industri.

Sebagai pihak yang melayani penerbitan perijinan, DPMPTSP Lebak sering menyampaikan kepada para pengusaha terkait rencana ini agar bisa mendukung kawasan ini karena ke depan akan ada pusat pertumbuhan yang bisa mensejahterakan masyarakat Lebak.

Untuk wilayah Kecamatan Cileles yang sudah diploting jadi kawasan industri tersebut adalah desa Pasindangan, Cipadang, Prabugantungan, Margamulya, Cikareo dan Mekarjaya.

Dia mempersilahkan investor mengajukan jenis usaha yang relevan dengan kawasan industri, bukan sektor usaha yg tidak relevan bahkan akan merusak skenario pengembangan kawasan industri dimaksud.

Keberadaan kawasan industri juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga menyerap tenaga kerja lokal.

“Kami yakin kawasan industri itu secara otomatis dapat menggairahkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bermuara pada kesejahteraan,” kata Yosef menjelaskan.

Dia mengatakan keunggulan Kabupaten Lebak itu sangat strategis karena wilayahnya berdekatan dengan pusat Ibu kota Negara juga terdapat prasarana transportasi di antaranya jalan kereta api, Pelabuhan Cilegon dan bandara Soekarno-Hatta. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed