oleh

Lurah Karsel Manado Tindaklanjuti Aduan Masyarakat Terkait Tagihan Retribusi Kebersihan oleh Oknum Pala

MANADO, TelusurNews,- Lurah Karombasan Selatan (Karsel) menindaklanjuti aduan masyarakat terkait penagihan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan yang dilakukan oleh oknum Kepala Lingkungan (pala).

Warga mengadu terkait kinerja kepala lingkungan saat melakukan penagihan retribusi kebersihan yang dinilai arogan.

Namun, berkat tangan dingin Lurah Karombasan Selatan Deifi Deesye Tulenan, persoalan tersebut kemudian berakhir damai di Kantor Kelurahan Karsel, pada Rabu (14/09/2022).

Besaran retribusi kebersihan di Kota Manado memang oleh sebagian warga dinilai masih simpang siur.

Belakangan diketahui, masih ada oknum kepala lingkungan yang masih melakukan penagihan diluar yang ditentukan oleh Peraturan Daerah (perda). Sehinggah menjadi rancu di masyarakat.

Jika dibiarkan, perbuatan tersebut masuk pada perbuatan pungutan liar atau (pungli). Apalagi disinyalir para kepala lingkungan tersandera dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Warga kepada media mengatakan, perlu adanya pembenahan terkait retribusi kebersihan di setiap Kelurahan, khususnya di Kelurahan Karombasan Selatan.

“Kami ditagih 20.000 rupiah per bulannya, padahal rumah kami hanya semi permanen,”

“Tambah lagi, pala saat menagih sangat arogan terhadap kami,” keluh Ivone, warga lingkungan 2 Karombasan Selatan.

Mengenai hal ini, ketika dikonfirmasi langsung oleh media ini kepada oknum kepala lingkungan 2 inisial Y. Oknum pala Y mengakui bahwa memang sudah berlebihan saat melakukan penagihan, dan meminta maaf atas tingkahnya.

“Iya memang saya sudah salah, mohon dimaafkan,” ujar oknum pala Y, dihadapan Lurah Karsel, juga warga dan media.

Lurah Karombasan Selatan Deifi Deesye Tulenan kepada media ini mengatakan akan mengambil tindakan jika terbukti oknum pala Y melakukan pelanggaran, namun untuk saat ini masih diberikan teguran lisan.

“Soalnya oknum pala Y sudah pernah saya kasi SP 1, jika berikut lagi berbuat pelanggaran maka akan ada SP 2, dan memang itu sudah petunjuk dari atasan bahwa jangan segan-segan menindak bawahan yang melakukan pelanggaran,” ungkap Lurah Tulenan di ruang kerjanya, seusai mediasi warga.

Untuk diketahui, bahwa memang retribusi kebersihan di Kota Manado diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Manado nomor 03 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Manado nomor 03 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Di situ diatur dan ditetapkan tabel besaran tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/­Kebersihan di Kota Manado.

Biaya yang ditetapkan yaitu, untuk rumah tinggal, bangunan semi permanen biaya retribusi Rp. 10.000 per bulan, bangunan semi permanen bertingkat Rp. 20.000 per bulan, bangunan permanen Rp. 40.000 per bulan, dan untuk bangunan permanen bertingkat Rp. 50.000 perbulan.

Tidak hanya rumah tinggal, Perda tersebut juga mengatur retribusi kebersihan untuk rumah kost, hotel, rumah makan, rumah sakit, toko, kantor swasta, dan lain sebagainya. (tl).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed