Terkesan Kurang Transparan Dana Donasi, Sekda Minsel Minta Warga Huntara Hubungi Satgas

- Jurnalis

Jumat, 4 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Minsel Glady Kawatu saat meninjau lokasi bencana abrasi pantai Amurang/ sumber foto: google

Sekda Minsel Glady Kawatu saat meninjau lokasi bencana abrasi pantai Amurang/ sumber foto: google

MINSEL, TelusurNews,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) terkesan kurang transparan terkait dana rekening donasi bencana abrasi pantai Amurang.

Terkait hal tersebut, wartawan telah konfirmasi ke bidang kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel. Namun sayangnya, lewat Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Merry Rumerung mengatakan itu bukan ranahnya. Namun kendati, Rumerung sempat menyebutkan sedikit informasi.

“Kan sudah dibagikan, sekarang yang sisa tinggal biaya listrik,” ungkap Rumerung, Rabu (02/11).

Kabid Merry Rumerung kemudian mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasikan langsung kepada atasannya.

“Itu nanti hubungi langsung dengan bos saya saja, saya kan ada atasan,” ucap Rumerung.

Namun sayang sangat disayang, seakan saling lempar tanggung jawab, ketika wartawan media ini menghubungi Kepala Pelaksana BPBD Minsel Thorie Joseph justru mengatakan untuk menghubungi langsung Kaban BPBD Minsel, yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Selatan Glady Kawatu.

“Kalau bicara anggaran langsung ke Kepala Badan Bencana dalam hal ini Sekretaris Daerah,” ujar Joseph.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Berikan Makanan Tambahan Bagi Balita dan Tablet Fe Bagi Ibu Hamil

Sementara, ketika dikonfirmasi lewat wawancara langsung seusai acara pelantikan 42 Hukum Tua di Minsel, Kamis (03/11), Glady Kawatu mengatakan dirinya tidak mengetahui persis besaran anggaran rekening donasi bencana abrasi pantai Amurang.

“Saya sudah koordinasi sudah ditutup (donasinya), saya tidak hafal, kalian tanya saja ke Thorie, karena kami sudah rakor,” ujar Kawatu.

Namun kemudian, dengan dibantu penjelasan oleh Asisten 1 Pemkab Minsel Benny Lumingkewas, Sekda mengungkapkan dengan menerka-nerka, “Enam ratusan juta, tapi ada operasional,” ucapnya.

Sebelumnya, polemik bergulir di masyarakat korban bencana abrasi pantai Amurang yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara). Warga mengeluhkan bantuan dari Pemkab Minsel yang tidak tepat sasaran. Tidak hanya itu, berbagai persoalan kemudian bermunculan, seperti seringnya mati lampu (listrik padam) di Huntara.

Warga bergumam, bukankah ada bantuan anggaran ?

Di pemberitaan sebelumnya, mati lampu menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan warga. “Blok E sumber airnya dari situ, jadi kalau mati lampu kami tidak ada yang serap air,” keluh Tambayong beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Pj Wali Kota Bekasi Ajak Sinergi Berantas Korupsi

Kemudian disambut jawaban dari Sekda Minsel Glady Kawatu, “Kalau lampu PLN bukan kami, jadi memang sering mati lampu, sering turun, karena mereka sudah bawa kulkas sudah bawa segala macam, itu yang bikin turun, nanti kami cek,” jawab Kawatu.

Selanjutnya, terkait bantuan yang tidak tepat sasaran, Sekda Kawatu dibantu Asisten 1 menjelaskan, “Kami hitung per rumah bukan KK, jadi ada satu rumah dua KK,… berdasarkan SK Bupati yang sudah divalidasi,” ujarnya.

Persoalan bantuan yang berpolemik di Huntara Amurang diduga persoalan mekanisme pendataan. Namun begitu, Sekda Kawatu meminta warga korban abrasi Amurang untuk menghubungi satgas bila ada kendala.

“Jika ada apa-apa datang ke saya atau ke asisten 1,” pungkas Kawatu. (tl)

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Asda I, Soroti Dana RW, PTSL dan CSR
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Lakukan Pengamanan Aset TKD 371 Hektar di Kabupaten Bekasi, Kepala BPKAD Kota Bekasi Buka Suara
‎Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Mampu Cegah Korupsi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru