BEKASI – DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Adil Makmur Anak Nusantara (AMAN) telah menyoroti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB Online) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 15 Kota Bekasi. Ketua DPP LSM AMAN, Rusben Siagian, mengungkapkan dugaan adanya kecurangan pada titik koordinat alamat kartu keluarga (KK) dalam laman PPDB Online SMAN 15 Kota Bekasi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rusben Siagian kepada media pada Kamis (03/08/2023) siang di Bekasi. “Kami menduga ada kecurangan-kecurangan titik koordinat, tidak sesuai dengan alamat kartu keluarga (KK) yang tertera dalam laman PPDB Online,” tegasnya.
Rusben Siagian juga menekankan pentingnya langkah tegas dari penegak hukum, Saber pungli, dan Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam menindaklanjuti temuan DPP LSM AMAN terkait PPDB Online SMAN 15.
“Yang kami temukan dalam laman PPDB Online SMAN 15 Kota Bekasi, agar supaya penegak hukum, Saber pungli dan Dinas Pendidikan Jawa Barat dapat menindaklanjuti temuan kami,” ungkapnya.
Menurut Rusben, sebelumnya pihak LSM sudah berusaha berkomunikasi dengan SMAN 15 Kota Bekasi melalui surat, namun jawaban yang diterima olehnya hanya bersifat normatif.
“Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan pihak SMAN 15, jawabannya melalui surat hanya normatif, bahwa sudah sesuai dengan KK,” ujarnya.
Kendati begitu, Rusben berharap agar Dinas Provinsi Jawa Barat meningkatkan pengawasan lebih ketat terhadap PPDB Online agar proses penerimaan siswa baru lebih transparan dan adil. “Harapan kami kedepannya, agar supaya lebih pengawasan Dinas Provinsi Jawa Barat mengawasi lebih ketat lagi, terkait PPDB Online ini,” pungkasnya.
PPDB Online di SMAN 15 Kota Bekasi menjadi perhatian serius bagi LSM AMAN, yang berkomitmen untuk memastikan keadilan dalam akses pendidikan bagi seluruh anak Nusantara. (Red)
















