BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) saat berkunjung ke Kota Bekasi dalam rangka mengantisipasi dan penanggulangan banjir.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Zikron, mengungkapkan bahwa saat ini RTH di Kota Bekasi baru mencapai sekitar 18 persen dari total luas wilayah.
Jumlah ini masih jauh dari ketentuan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
“Baru sekitar 18 persen dari 30 persen yang menjadi ketentuan pusat. Namun, kami tetap berjuang untuk melakukan pembebasan lahan agar lahan-lahan yang ada tidak berubah fungsi,” ujar Zikron kepada wartawan, Rabu (6/3/2025).
Selain itu, Zikron menegaskan bahwa program terkait resapan air harus terus berjalan untuk mengurangi risiko banjir di Kota Bekasi.
“Menerapkan konsep zero run off, sehingga air hujan bisa terserap dengan baik dan tidak langsung mengalir ke drainase,” tambahnya.
Isu keterbatasan RTH di Kota Bekasi memang menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam konteks mitigasi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Pemerintah daerah pun terus didorong untuk mencari solusi terbaik guna memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
















