KOTA BEKASI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi mencatat capaian positif realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2026. Hingga April 2026, total investasi yang masuk ke Kota Bekasi telah mencapai angka Rp5,3 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Priadi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didukung oleh ribuan proyek, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
”Kalau jumlah proyek PMA dan PMDN itu, Kota Bekasi di angka 7.508 proyek secara total,” ujar Priadi Santoso saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (5/5/2026).
Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi magnet utama bagi para investor di Kota Bekasi. Priadi merinci lima sektor usaha terbesar yang berkontribusi pada triwulan ini:
1. Industri Pengolahan (Manufaktur)
2. Informasi dan Komunikasi
3. Real Estate
4. Perdagangan Besar/Eceran dan Reparasi
5. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
Geliat investasi ini juga berdampak signifikan pada ketersediaan lapangan kerja. Kota Bekasi saat ini menempati peringkat ketiga dalam penyerapan tenaga kerja di tingkat regional.
”Dari sisi penyerapan tenaga kerjanya, Kota Bekasi di peringkat ketiga, di angka 9.051 tenaga kerja pada triwulan satu ini,” tambah Priadi.
Keberhasilan melampaui tren tahun sebelumnya tidak lepas dari upaya DPMPTSP dalam meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam mengisi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Priadi mengakui bahwa kendala utama sebelumnya adalah kurangnya pemahaman pelaku usaha mengenai teknis pelaporan, terutama saat terjadi pergantian personel di perusahaan.
”Kemarin kita mencoba, setiap minggu itu dua sampai tiga kali kita mengundang kurang lebih 50 pelaku usaha. Semata-mata hanya ingin menyampaikan dan mengingatkan bahwa nanti di tanggal 1 sampai 15 April itu waktunya laporan LKPM,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tim pembina tidak segan untuk melakukan jemput bola. “Kita juga datang ke tempat usahanya jika memang beberapa kali diundang tidak hadir di sini. Alhamdulillah, di bulan April kemarin trennya sangat antusias,” imbuhnya.
Menghadapi sisa dua triwulan di tahun 2026, Priadi berharap konsistensi pelaporan ini terus terjaga untuk meningkatkan daya saing kota.
”Harapannya, laporan terhadap LKPM itu sangat penting untuk bisa menjadi nilai daya ungkit ekonomi di Kota Bekasi. Jadi kalau nilai investasi terus meningkat, artinya keyakinan calon investor untuk masuk ke Kota Bekasi lebih tinggi,” tutup Priadi. (M-3L/*)
















