Hadiri Trisakti Grand Rendezvous, Bamsoet Ingatkan Transformasi Digital Pariwisata Butuh Generasi Muda Unggul dan Adaptif

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan masa depan pariwisata Indonesia berada di tangan generasi muda yang unggul, adaptif, dan berkarakter kebangsaan. Transformasi industri pariwisata Indonesia menuju kelas dunia tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam dan budaya, tetapi harus ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, visioner, serta mampu menjawab tantangan global dengan cerdas dan inovatif.

“Anak muda Indonesia bukan hanya calon pekerja di industri pariwisata, mereka adalah agen perubahan yang akan membawa wajah baru pariwisata Indonesia ke tingkat global. Kita butuh generasi muda yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speech “2nd Grand Rendezvous” yang diselenggarakan Institut Pariwisata Trisakti di Parle Senayan, Sabtu (19/7/25).

Hadir antara lain Rektor Institut Pariwisata Fetty Asmaniati, Sekretaris Yayasan Trisaksi Prof Muhammad Dimyati, CEO Parle Senayan Sony Harsono, COO Artotel Group Eduardo Rudolf dan Ketua Korwil DKJ AMPHURI Muhammad Rahmad.

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, sektor pariwisata Indonesia saat ini berada pada fase transisi yang sangat penting. Pertumbuhan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 13,9 juta sepanjang 2024 atau tumbuh 19% dibanding tahun sebelumnya, menjadi bukti bahwa dunia kini memandang Indonesia sebagai destinasi utama yang menarik dan potensial.

Baca Juga :  Terima Pengurus Pusat Persatuan Putra Putri Angkatan Udara, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Begini

“Tidak kalah membanggakan, perjalanan wisata domestik juga mencatat lonjakan luar biasa. Menembus angka 1,021 miliar perjalanan pada tahun 2024, meningkat 21,7% dari tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari geliat semangat masyarakat Indonesia dalam mengeksplorasi kekayaan budaya dan alamnya sendiri,” kata Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, data dari World Bank tahun 2024 mencatat, industri pariwisata di Indonesia telah menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru dan memberdayakan lebih dari 84.000 profesional melalui berbagai pelatihan. Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata bukan hanya sumber devisa, tetapi juga motor penggerak mobilitas sosial dan ekonomi nasional. Meski demikian, tingkat pengangguran produktif usia muda rentang 16–30 tahun yang masih berada di kisaran 8%, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk membuka akses pelatihan, pendidikan vokasi, dan kesempatan kerja yang relevan bagi kaum muda.

“Transformasi digital dan tumbuhnya pariwisata berbasis teknologi membuka ruang baru. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan menembus 145 miliar dolar AS pada 2025, termasuk dari sektor pariwisata digital. Ini adalah panggilan nyata agar anak-anak muda kita tidak sekadar menjadi penonton dalam revolusi digital ini, melainkan tampil sebagai pemain utama,” lanjut Bamsoet.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Kota Bekasi Memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang dengan Penuh Semangat

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan, untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pendidikan vokasi berbasis digital yang merespons kebutuhan pasar global, inovasi yang berakar pada keunggulan lokal, dan pemanfaatan teknologi seperti big data, promosi digital, hingga konsep smart tourism akan menjadi pembeda utama Indonesia di kancah internasional.

Tidak hanya itu, nilai-nilai keberlanjutan dan karakter kebangsaan juga harus melekat kuat pada setiap insan pariwisata Indonesia. Kemampuan untuk menjunjung tinggi kearifan lokal, menjaga kelestarian alam, serta menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi wisatawan global adalah kunci diferensiasi Indonesia dibanding negara lain.

“Karakter keramahan, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal adalah identitas kita. Inilah yang membuat Indonesia unik di mata dunia. Generasi muda harus menjadi penjaga dan sekaligus inovator dari nilai-nilai tersebut. Kita butuh generasi muda yang tidak hanya bekerja di pariwisata, tetapi menjadi inovator, pemimpin, bahkan duta bangsa di industri pariwisata,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi
PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026
Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi
Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat
PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
Dinas Perkimtan Kota Bekasi Targetkan Perbaikan Rutilahu dan Fasilitas Publik
‎Kota Bekasi Kejar Target Penyelesaian Infrastruktur Olahraga Jelang Porprov

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:02 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:08 WIB

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WIB

Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:28 WIB

Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB