Oknum Kumtua Pakuweru Kecamatan Tenga Kerap Mangkir Panggilan Kepolisian, LI-TIPIKOR: Kami Harap Semua Dugaan Korupsi di Minsel Segera Dituntaskan

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi background Kantor Desa Pakuweru Kecamatan Tenga, oknum Kumtua Desa Pakuweru FJR (kiri), Logo LI-TIPIKOR (kanan)

Foto: ilustrasi background Kantor Desa Pakuweru Kecamatan Tenga, oknum Kumtua Desa Pakuweru FJR (kiri), Logo LI-TIPIKOR (kanan)

MINSEL, Telusur News,- Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan (Minsel) telah memanggil dan memeriksa beberapa perangkat desa, Ketua BPD dan Hukum Tua (kumtua) Pakuweru Kecamatan Tenga, Kabupaten Minsel, dalam dugaan kasus penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) Ketahanan Pangan, serta anggaran lain, termasuk dugaan pungutan liar (pungli) yang disinyalir dilakukan oleh oknum Kumtua FJR alias Joel.

Namun sayangnya, informasi yang didapat bahwa oknum Kumtua FJR kerap mangkir dari panggilan penyidik Polres Minsel.

Informasi terakhir yang didapat bahwa penyidik sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap oknum Kumtua yang sudah menjadi sorotan di Desa Pakuweru. Agendanya adalah untuk pemeriksaan tambahan terkait Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

“Dengan agenda pemeriksaan tambahan dengan dasar LPJ yang nantinya beliau akan bawa,” ujar penyidik, Kamis (17/07/2025).

Sebelumnya, oknum Kumtua FJR diketahui mangkir dari panggilan Kepolisian dengan alasan belum merampungkan LPJ.

Namun, penyidik siap segera menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan anggaran DD Pakuweru ini ke tahap berikutnya.

Baca Juga :  Terima Pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Antar Bangsa

“Nantinya dengan dasar LPJ yang beliau bawa akan dilihat berapa selisih, kalau sudah dapat selisih, itu akan dilaporkan ke Kapolres dan meminta petunjuk Kapolres,” ungkap penyidik.

Perlu diketahui, informasi dari masyarakat Desa Pakuweru mengatakan bahwa oknum Kumtua FJR ini sudah melewati batas kenormalan.

“Sudah keterlaluan memang, bahkan ada lahan dari pak Jenderal juga ditilep lewat pungli pengurusan jual beli,” beber salah satu warga yang namanya tidak ingin dipublikasikan.

Terkait hal itu, warga masyarakat Desa Pakuweru kemudian berharap penuh pihak Kepolisian Unit Tipidkor Polres Minsel untuk dapat menuntaskan dugaan korupsi yang sudah mencuat kuat di masyarakat.

” Kami berharap penyidik Polres Minsel menseriusi proses hukum oknum Kumtua ini,” ucap warga.

Warga juga meminta agar Inspektorat Kabupaten Minahasa Selatan bekerja profesional dan transparan terkait pemeriksaan dugaan korupsi oknum Kumtua Desa Pakuweru Kecamatan Tenga.

Baca Juga :  Transera Waterpark Bekasi: Destinasi Liburan Populer dengan Konsep Nuansa Alam Afrika

“Jika sudah terbukti ada indikasi, jangan lagi ada deal-dealan di belakang, langsung limpahkan saja kepada APH,” pinta warga.

Pemerintah Kabupaten Minsel pun diharapkan proaktif terkait persoalan-persoalan Dana Desa yang kemudian dapat berpotensi menjadi sebuah polimik di dalam pemerintahan saat ini.

Terkait hal ini juga, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah mengambil perhatian khusus, termasuk Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Kinerja Aparatur Negara RI disingkat LI-TIPIKOR.

LI-TIPIKOR Sulawesi Utara yang sejak awal mengawal kasus ini berharap ada perhatian khusus dari pihak Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk secara profesional menuntaskan polemik dugaan-dugaan kasus korupsi di Minahasa Selatan yang perlu benar-benar harus dituntaskan.

“Kami berharap semua laporan masyarakat terkait dugaan korupsi di Minsel agar segera dituntaskan secara profesional,” ucap Humas LI-TIPIKOR Sulut.

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Imigrasi Bekasi Gelar Korve Kebersihan, Dukung Gerakan Indonesia Asri
Imigrasi Bekasi Tegaskan Penulisan Nama pada Paspor Tanpa Gelar
PWI Bekasi Raya: Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban, Bom Waktu Meledak
Jelang HUT Kota Bekasi, Tri Adhianto : Tabur Bunga Jadi Agenda Rutin Mengenang Jasa Pahlawan
Firdaus Ketum SMSI: Anggota Kami Seperti Dibom dengan Adanya Verifikasi Dewan Pers
Berkah Ramadan, PWI Bekasi Raya Adakan Bukber dan Santunan Anak Yatim
‎MADAS Nusantara Kabupaten Bekasi Tebar Kebaikan: Bagikan 1.500 Takjil dan Ratusan Sarung di Kalimalang
Ramadan Berkah, BPC HIPMI Kota Bekasi: Pengusaha Muda Tak Boleh Lupa Berbagi

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:49 WIB

Imigrasi Bekasi Gelar Korve Kebersihan, Dukung Gerakan Indonesia Asri

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:46 WIB

Imigrasi Bekasi Tegaskan Penulisan Nama pada Paspor Tanpa Gelar

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:04 WIB

PWI Bekasi Raya: Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban, Bom Waktu Meledak

Senin, 9 Maret 2026 - 16:57 WIB

Jelang HUT Kota Bekasi, Tri Adhianto : Tabur Bunga Jadi Agenda Rutin Mengenang Jasa Pahlawan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:30 WIB

Firdaus Ketum SMSI: Anggota Kami Seperti Dibom dengan Adanya Verifikasi Dewan Pers

Berita Terbaru

Bencana lingkungan

PWI Bekasi Raya: Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban, Bom Waktu Meledak

Selasa, 10 Mar 2026 - 10:04 WIB