Pesan Bamsoet Saat Buka Acara Lomba Asah Keterampilan Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) 2025

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo mengapresiasi digelarnya Lonba Asah Keterampilan PERIKHSA 2025 yang diadakan di Denpasar, Bali. Asah Keterampilan PERIKHSA 2025 bukan hanya menjadi ajang pelatihan keterampilan menembak dan bela diri, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya kepemilikan senjata api yang bertanggung jawab, beretika, dan berlandaskan semangat bela negara.

“Kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari tanggung jawab moral dan hukum yang melekat pada setiap pemilik izin khusus senjata api bela diri. Memiliki senjata api bukan sekadar soal hak, tetapi lebih pada komitmen untuk menjadi bagian dari kekuatan sipil yang tertib, siaga, dan terlatih sebagai komponen cadangan bela negara dalam menjaga keamanan pribadi serta lingkungan sekitarnya,” ujar Bamsoet saat membuka Asah Keterampilan PERIKHSA 2025 di Denpasar Bali, Sabtu (26/7/25).

Hadir antara lain Kajasdam IX/Udayana Kolonel Inf Amin M Said, Dansat Brimob Polda Bali Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, Kasubdit 4 Intelkam Polda Bali AKBP Gede Gajah Dartiyasa, Ketua Harian DPP PERIKHSA Eko Budianto, Bendahara Umum DPP PERIKHSA Steven Djajadiningrat, Bidang Hukum DPP PERIKHSA Aldwin Rahadian, Bidang Humas DPP PERIKHSA Nicolas Kesuma, Ketua PERIKHSA Bali Made Muliawan Arya, Ketua PERIKHSA Jawa Timur Hadi Susilo dan Ketua PERIKHSA Jakarta Heru Prakoso.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Penyakit DBD Akibat Nyamuk, Koramil 03/Teluk Pucung Bersama Puskemas Lakukan Fooging

Ketua DPR ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, Asah Keterampilan PERIKHSA menjadi pilar penting dalam membangun budaya kepemilikan senjata yang modern, beretika, dan berlandaskan pada asas keselamatan serta hukum. Dengan jumlah pemilik izin khusus senjata api bela diri yang diperkirakan mencapai 27 ribu orang di Indonesia, kegiatan ini menjadi kunci untuk membangun standar tunggal dalam kemampuan teknis, kontrol emosi, serta pengambilan keputusan taktis dalam situasi darurat.

“Namun, dari total jumlah tersebut, baru sekitar 500 orang yang secara aktif tergabung dalam PERIKHSA. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan serius antara kepemilikan dan pembinaan, yang harus dijembatani dengan pendekatan sistematis dan inklusif,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, kegiatan Asah Keterampilan PERIKHSA 2025 dirancang dengan pendekatan realistis berbasis kejadian kriminalitas yang marak terjadi di masyarakat. Delapan stage asah keterampilan yang diterapkan bukan sekadar variasi gaya menembak, melainkan simulasi situasi nyata yang memaksa peserta untuk berpikir taktis, tenang, dan efisien dalam pengambilan keputusan. Mulai dari simulasi perampokan dalam rumah dengan posisi tidur, perampokan ATM, cafe, kantor hingga penembakan dari dalam kendaraan. Setiap sesi dirancang untuk melatih respons cepat, akurat, dan aman.

Baca Juga :  Ketua Umum IMI Bamsoet Dukung Penyelenggaraan Indonesia Jimny Festival (IJF) 2023

“Peserta juga dilatih menembak sambil melindungi anggota keluarga dalam format body system. Sebuah pendekatan yang menggambarkan bagaimana anggota PERIKHSA harus mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi mendesak. Kita bukan membentuk penembak jitu, tetapi pribadi yang mampu menjaga keselamatan dirinya dan orang-orang tercinta dalam koridor hukum dan keselamatan,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengajak seluruh pemilik izin senjata api bela diri di Indonesia untuk tidak hanya berhenti pada tahap perizinan administratif. Keanggotaan aktif di PERIKHSA adalah bentuk komitmen terhadap pelatihan berkelanjutan, pembinaan karakter, serta partisipasi dalam membangun budaya senjata api yang aman dan sesuai koridor hukum. Jika tidak diimbangi dengan pengetahuan, etika, dan pelatihan, maka akan menciptakan lebih banyak bahaya daripada perlindungan.

“Senjata api bukan alat untuk berkuasa atau menakuti, melainkan salah satu bentuk dari hak membela diri. Melalui PERIKHSA, kita ingin menciptakan pemilik senjata api bela diri yang tidak hanya ahli dalam menembak, tetapi juga unggul dalam berpikir, bertindak, dan mengendalikan diri,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

Frits Saikat Apresiasi Kepemimpinan H. Darkam Suryadi: Bukti Nyata Pemimpin Berbasis Kerja Nyata
Ratusan Wartawan Deklarasikan Pers Bekasi Raya 2026, Tegaskan Komitmen Profesionalisme dan Persatuan
Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN), Hadir Dengan Visi: Menyatukan Pemuda Ono Niha
Milad Ke-2 Ormas Jayagati Digelar di Banten, Momentum Pererat Tapi Silaturahmi
ers Bersatu Bekasi Raya Maju, HPN Tingkat Bekasi Raya 2026 Dibuka Meriah
‎Kemudahan Urus Paspor Akhir Pekan, Imigrasi Bekasi Hadirkan Layanan ‘BEKEN WE SAVE’
‎Layanan Urus Paspor: Imigrasi Bekasi Buka Layanan Istimewa di Hari Sabtu dan Minggu
Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan Dan Tindak Tegas Oknum SPMB

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 22:47 WIB

Frits Saikat Apresiasi Kepemimpinan H. Darkam Suryadi: Bukti Nyata Pemimpin Berbasis Kerja Nyata

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:31 WIB

Ratusan Wartawan Deklarasikan Pers Bekasi Raya 2026, Tegaskan Komitmen Profesionalisme dan Persatuan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:22 WIB

Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN), Hadir Dengan Visi: Menyatukan Pemuda Ono Niha

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:48 WIB

Milad Ke-2 Ormas Jayagati Digelar di Banten, Momentum Pererat Tapi Silaturahmi

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:06 WIB

ers Bersatu Bekasi Raya Maju, HPN Tingkat Bekasi Raya 2026 Dibuka Meriah

Berita Terbaru