Bamsoet: HUT ke-80 TNI Momentum Meneguhkan Profesionalisme dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri TNI sebagai penjaga kedaulatan, pelindung rakyat, dan pengawal masa depan bangsa. Dengan mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” peringatan kali ini tidak boleh sekadar seremoni, melainkan penanda arah baru transformasi TNI menuju kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan adaptif di tengah dinamika geopolitik dan tantangan keamanan global yang terus berubah.

“Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang. TNI bukan sekadar institusi pertahanan, melainkan fondasi moral dan sosial yang menjaga persatuan nasional. Profesionalisme dan modernisasi menjadi keniscayaan agar TNI tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Bamsoet yang juga penerima Brevet Wing Penerbang Kelas 1 Pesawat Tempur sekaligus Warga Kehormatan TNI-AU di Jakarta, Minggu (5/10/25).

Penerima Brevet Baret Ungu Anti Teror Aspek Laut dan Intai Para Amphibi Korps Marinir sekaligus Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL dan penerima Brevet Baret Hitam Hiu Kencana Satuan Kapal Selam sekaligus Warga Kehormatan TNI-AL ini menilai, makna ‘TNI Prima’ mencerminkan tekad kuat seluruh prajurit untuk bekerja profesional dan responsif menghadapi ancaman multidimensional. Mulai dari perang konvensional hingga keamanan siber, terorisme, bencana alam, dan disinformasi digital, seluruh bentuk ancaman tersebut menuntut kesiapan taktis dan strategi lintas matra.

Baca Juga :  Bertumbuh dan Berkarya Bersama Yasarini: Danlanud Husein Sastranegara Serahkan Alat Olahraga ke Sekolah Angkasa

“Peningkatan kemampuan tempur harus dibarengi dengan integrasi sistem dan teknologi. TNI sudah menunjukkan kemajuan signifikan lewat program modernisasi alutsista dan kolaborasi dengan industri pertahanan nasional. Tetapi yang paling penting adalah membangun manusia di balik mesin, yakni prajurit yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa rakyat,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, makna ‘TNI Rakyat’ merupakan wujud jati diri sejati prajurit yang berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. TNI Rakyat adalah cermin sejarah panjang tentara Indonesia. Sejak awal berdiri, TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, dan tentara nasional. Kedekatan TNI dengan rakyat menjadi faktor vital dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kekuatan TNI bersumber dari rakyat. Di masa perjuangan kemerdekaan, rakyatlah benteng terakhir. Sekarang, kemitraan itu tetap dibutuhkan dalam menghadapi ancaman baru. Ancaman yang tidak selalu datang dengan senjata, tetapi bisa berupa disinformasi, radikalisme, dan peretasan data pertahanan,” urai Bamsoet.

Baca Juga :  Saat Silaturahmi dengan Insan Pers, Pj Wali Kota Bekasi Sebut Tidak Anti Kritik

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, semangat ‘Indonesia Maju’ yang menjadi bagian akhir dari tema HUT ke-80 TNI harus menggambarkan komitmen kuat TNI dalam mendukung cita-cita nasional menuju negara maju. Indonesia Maju berarti TNI tidak berhenti pada kemampuan tempur semata. TNI juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang mengatur keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pembangunan.

“TNI juga berperan penting menjaga stabilitas nasional melalui sinergi kuat dengan Polri dan berbagai lembaga keamanan negara. Hubungan TNI-Polri harus terus diperkuat karena stabilitas politik dan keamanan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Dalam situasi apapun, koordinasi dan soliditas keduanya menjadi kunci menjaga stabilitas nasional dari Sabang sampai Merauke,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
‎Optimalkan PAD 2026, Bapenda Kota Bekasi Perkuat Pengawasan Transaksi dan Validasi Piutang
Pengajuan Paspor Wajib Dokumen Asli, Imigrasi Bekasi Tekankan Kepatuhan Masyarakat
Imigrasi Bekasi Deportasi Bertahap 78 WNA Hasil Operasi Wirawaspada
‎Realisasi Investasi Kota Bekasi Triwulan I 2026 Tembus Rp5,3 Triliun, Sektor Industri Diantaranya
Wali Kota Tri Adhianto Tunggu Transisi Kadis Kominfo Tuntas, HPN Bekasi Raya 2026 Diundur
PWI Bekasi Raya Tegaskan Kebebasan Pers Pilar Demokrasi, Momentum Hari Pers Sedunia 3 Mei
Wali Kota Bekasi Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:06 WIB

PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:43 WIB

‎Optimalkan PAD 2026, Bapenda Kota Bekasi Perkuat Pengawasan Transaksi dan Validasi Piutang

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:29 WIB

Pengajuan Paspor Wajib Dokumen Asli, Imigrasi Bekasi Tekankan Kepatuhan Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:22 WIB

Imigrasi Bekasi Deportasi Bertahap 78 WNA Hasil Operasi Wirawaspada

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:37 WIB

‎Realisasi Investasi Kota Bekasi Triwulan I 2026 Tembus Rp5,3 Triliun, Sektor Industri Diantaranya

Berita Terbaru