Peningkatan Kepedulian Kesehatan di Bekasi Diapresiasi, Aktivis Frits Saikat Imbau Warga Waspada Pungutan Liar

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎KOTA BEKASI – Peningkatan dinamika kepedulian dan bantuan kesehatan bagi warga kurang mampu di Kota Bekasi mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Semangat kegotongroyongan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan gratis dan pengurusan dokumen menjadi sorotan.
‎
Meski demikian, sejalan dengan meningkatnya aktivitas bantuan, muncul pula imbauan agar masyarakat tetap kritis dan waspada terhadap potensi praktik pungutan liar atau komersialisasi bantuan.
‎
Seorang Aktivis Kemanusiaan di Bekasi Frits Saikat memberikan penekanan khusus mengenai esensi dari kerja kemanusiaan.
‎

“Prinsip relawan adalah sukarela. Bantuan yang diberikan seharusnya tidak dipungut biaya atau dikenakan tarif dengan alasan apa pun. Apalagi jika itu menyangkut layanan dasar bagi warga yang tidak mampu,” tegasnya.
‎
Menurutnya, layanan bantuan untuk mengurus dokumen kependudukan, BPJS PBI, atau kelengkapan administrasi rumah sakit sejatinya merupakan bagian dari upaya nirlaba (non-profit) untuk mempermudah akses warga miskin ke layanan gratis.
‎
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat yang memerlukan bantuan kesehatan untuk berani: Meminta klarifikasi mengenai biaya yang dimintakan. Melaporkan jika menemukan adanya oknum yang meminta imbalan finansial, terutama dengan dalih biaya administrasi atau percepatan layanan.
‎
Pihak-pihak terkait, termasuk fasilitas kesehatan dan institusi publik, juga diharapkan untuk mengambil langkah tegas.
‎
“Kami mengimbau fasilitas kesehatan untuk tidak memberi ruang bagi praktik komersialisasi bantuan. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas lembaga dan memastikan bahwa warga kurang mampu benar-benar mendapatkan hak layanan kesehatan mereka secara penuh tanpa hambatan,” tutupnya.
‎
Imbauan ini diharapkan dapat menjaga semangat kemanusiaan di Bekasi dan melindungi warga kurang mampu dari praktik yang menyalahgunakan niat baik.
‎

Baca Juga :  Optimalisasi Justiciabelen, OPSI dan LBH ASF Jalin Sinergi Bantuan Hukum Skala Nasional

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
‎Akselerasi Bansos Tepat Sasaran, Pemkot Bekasi Gencarkan Program Perlindungan Sosial Digital
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Wali Kota Bekasi Kirim Rp2,1 Miliar Bantuan Kemanusiaan untuk NTT, Bangun Rumah Sakit Bernama Rumah Kasih
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01 WIB

‎Akselerasi Bansos Tepat Sasaran, Pemkot Bekasi Gencarkan Program Perlindungan Sosial Digital

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Rp2,1 Miliar Bantuan Kemanusiaan untuk NTT, Bangun Rumah Sakit Bernama Rumah Kasih

Berita Terbaru