BEKASI – Sebuah momentum bersejarah bagi masyarakat Kota Bekasi terselenggara pada Sabtu, 25 April 2026. Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi (BKMKB) secara resmi melantik jajaran Pengurus Besar (PB) periode terbaru di bawah kepemimpinan Dr. Tri Adhianto Tjayono sebagai Ketua Umum. Acara yang dirangkai dengan perayaan “Lebaran Bekasi 2026″ ini menjadi simbol persatuan lintas etnis dan golongan di Kota Patriot.
Organisasi yang telah berdiri sejak 12 Januari 2008 ini menegaskan kembali posisinya sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Dalam struktur kepengurusan yang baru, BKMKB merangkul berbagai tokoh lintas partai dan latar belakang untuk menghapus stigma bahwa organisasi ini hanya milik kelompok politik tertentu.
Ketua Dewan Kasepuhan dijabat oleh Dr. H. Abdul Haris Bobihoe, didampingi oleh tokoh-tokoh senior lainnya seperti Dr. Sardi Efendi sebagai Ketua Dewan Pakar dan Drs. H. Paray Said sebagai Ketua Dewan Kehormatan. Sinergi antara tokoh senior dan pengurus harian ini diharapkan mampu menjaga, merawat, serta melestarikan adat istiadat budaya Bekasi di tengah arus modernisasi.
Struktur Inti PB-BKMKB 2025-2030:
* Ketua Umum: Dr. Tri Adhianto Tjayono
* Ketua Harian: Arwani, SE., MM.
* Sekretaris Umum: H. Ahmad Sahroni, S.Sos., M.Si.
* Bendahara Umum: Iyan Komar, Bsc.
Dalam sesi wawancara mengenai visi dan tantangan organisasi ke depan, Sekretaris Umum PB-BKMKB, H. Ahmad Sahroni, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Tujuan utama BKMKB adalah memfasilitasi terciptanya komunikasi yang kondusif dan konstruktif antara masyarakat Kota Bekasi dengan pemerintah.
”Kami ingin organisasi ini menjadi wadah berhimpun sekaligus tempat kaderisasi bagi seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah ini,” ujar pria yang akrab disapa Bang Roni.
Pihaknya menyadari adanya kendala terkait persepsi publik. Selama beberapa periode, muncul anggapan bahwa BKMKB identik dengan satu warna politik saja.
”Namun, di bawah kepengurusan saat ini, kami secara sadar mengajak semua elemen dari berbagai partai politik masuk ke dalam jajaran pengurus untuk bersinergi membangun Kota Bekasi,” pungkasnya.
Ditegaskan Bang Roni, bahwa BKMKB bukan hanya untuk orang yang lahir dan besar di Bekasi secara garis keturunan, tetapi untuk siapa saja yang mau memberikan kontribusi nyata bagi kota ini. Tidak menyekat pengabdian berdasarkan asal-usul, agama, maupun haluan politik.
”Setelah pelantikan ini, agenda terdekat kami adalah melaksanakan rapat kerja pada bulan Mei mendatang. Program-program yang kami susun dipastikan akan bersinergi dengan kebijakan pemerintah kota untuk mewujudkan Bekasi yang lebih bermanfaat bagi seluruh ‘Abang dan Mpo’ warga Bekasi,” imbuhnya.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh unsur FORKOPIMDA, pimpinan DPRD Kota Bekasi, serta tokoh-tokoh pemuda dan wanita, yang menandai dukungan penuh terhadap kepengurusan Dr. Tri Adhianto dan H. Ahmad Sahroni.
















