Imigrasi Bekasi Deportasi Bertahap 78 WNA Hasil Operasi Wirawaspada

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi melakukan penindakan tegas terhadap 78 warga negara asing (WNA) yang terjaring dalam Operasi Wirawaspada yang digelar pada 8 April 2026. Penindakan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme deportasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Bekasi, Anggi Wicaksono, menjelaskan bahwa para WNA tersebut dikenakan sanksi administratif berupa deportasi dan penangkalan karena terbukti melakukan pelanggaran izin tinggal, yakni bekerja tidak sesuai dengan peruntukan izin yang dimiliki.

“Penegakan hukum ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga ketertiban dan kedaulatan negara, khususnya di wilayah Bekasi,” ujarnya.

Dari total 78 WNA yang diamankan, mayoritas berasal dari China sebanyak 76 orang, sementara sisanya masing-masing satu orang dari Vietnam dan Malaysia. Pelanggaran yang dilakukan menjadi perhatian serius karena berpotensi merugikan sistem ketenagakerjaan serta tata kelola keimigrasian di Indonesia.

Baca Juga :  Polri Tangkap 2 Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang

Proses deportasi telah dilakukan secara bertahap dalam tiga kloter. Kloter pertama dilaksanakan pada 20 April 2026 terhadap 14 WNA dengan tujuan Guangzhou, China. Selanjutnya, pada 23 April 2026 dilakukan deportasi kloter kedua terhadap 11 WNA ke Guangzhou dan satu orang WNA ke Hanoi, Vietnam.

Sementara itu, kloter ketiga dilaksanakan pada 28 April 2026 dengan mendeportasi 23 WNA ke Guangzhou. Untuk sisa WNA lainnya, proses penindakan akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga seluruhnya dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarasam Marantoko, menegaskan bahwa pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA akan terus diperketat. Menurutnya, kemudahan layanan keimigrasian tidak boleh diartikan sebagai kelonggaran dalam penegakan aturan.

Baca Juga :  Plt. Walikota Bekasi Datangi Rumah Korban Kecelakaan 

“Kami terus mendorong kemudahan layanan, namun bukan berarti toleransi terhadap pelanggaran. Pintu terbuka bagi yang memberi manfaat, dan tertutup bagi yang merugikan negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam penegakan hukum keimigrasian merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan nasional sekaligus mewujudkan pelayanan Imigrasi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kantor Imigrasi Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA di lingkungan sekitar.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan pengawasan keimigrasian di wilayah Bekasi semakin optimal serta mampu menciptakan iklim yang tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Red)

Berita Terkait

‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Lembaga GRIM Tegaskan Dukungan Kebebasan Pers dan Aksi Damai Wartawan di Kabupaten Bekasi
Cegah TPPO dan TPPM dari Hulu, Imigrasi Bekasi Gandeng 9 Desa/Kelurahan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru

Ketenagakerjaan

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK agar Siap Kerja atau Berwirausaha

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:59 WIB