Proyek Talud dan Drainase Desa Koreng Minsel Terbengkalai: Diduga Anggaran Sudah Tak Ada, Kumtua Beralasan Cuaca dan Orang Kerja

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kondisi lokasi pengerjaan Proyek Dana Desa Koreng Minsel, pembuatan Talud dan Drainase, yang terbengkalai atau terhenti

Foto: kondisi lokasi pengerjaan Proyek Dana Desa Koreng Minsel, pembuatan Talud dan Drainase, yang terbengkalai atau terhenti

MINSEL, Telusur News,- Proyek Pelaksanaan Pembangunan Desa Koreng Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2024 diduga bermasalah.

Pasalnya, hingga kini di Januari 2025 proyek tersebut tidak kunjung selesai. Hal tersebut lah yang membuat warga setempat bertanya-tanya.

Diketahui, Proyek Pelaksanaan Pembangunan Desa Koreng TA 2024 mencakup 2 (dua) paket pembangunan, meliputi 1 paket Pembangunan Tembok Penahan Tanah (Talud) dan 1 paket Pembangunan Drainase.

Untuk pos anggarannya masing-masing, untuk pembuatan Tembok Penahan Tanah dengan anggaran sebesar Rp 43.632.000 (empat puluh tiga juta enam ratus tiga puluh dua ribu rupiah), yang dilaksanakan di 3 titik lokasi, yaitu di Jaga 3, 4 dan 6, dengan volume 60 meter.

Sedangkan untuk Pembuatan Drainase, memakan anggaran sebesar Rp 22.268.000, (dua puluh dua juta dua ratus enam puluh delapan ribu rupiah). Berlokasi di Jaga 4, dengan volume pengerjaan 31 meter.

Persoalannya, sesuai pantauan wartawan media ini, proyek tersebut sudah terhenti, dan belum tuntas seratus persen. Kondisi pengerjaannya pun terbengkalai.

Baca Juga :  Panglima TNI Berikan Reward Kepada Atlet Berprestasi Peraih Trophy Lomba Tembak AARM-31 Tahun 2023

“Belum seratus persen (selesai), belum kelar, persoalannya apa itu kami tidak tau, itu urusan pemerintah desa,” ujar salah satu warga Koreng, Selasa (21/01).

Warga tersebut juga mengatakan kalau mereka sudah menanyakan kepada kepala lingkungan (jaga) mengenai pekerjaan proyek yang sudah terhenti, namun belum mendapatkan jawaban yang jelas.

“Persoalannya ini pekerjaan sudah terhenti, sudah kami tanyakan kepada kepala jaga, cuma kepala jaga tidak memberikan jawaban yang jelas karena takut salah bicara,” ungkapnya.

Warga lain menduga bahwa sisa anggaran sudah habis entah kemana, sehingga proyek tidak dapat dilanjutkan.

“Anggaran sudah tidak ada itu,” ucap warga, yang namanya tidak ingin dipublikasikan.

Foto: Kantor Desa Koreng Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan terpantau kosong di jam kerja.

Hingga saat berita ini tayang, terpantau tidak ada aktivitas pengerjaan di lokasi proyek Dana Desa Koreng. Padahal, waktu pengerjaan sudah lewat batas.

Kepada media ini, ketika ditemui wartawan, Pejabat Hukum Tua (kumtua) Desa Koreng William F Kaparang, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut beralasan terkendala faktor cuaca.

Baca Juga :  Bamsoet Ingatkan Maskapai Penerbangan Nasional Mengikuti Standart Penerbangan Internasional

“Jadi itu memang karena hujan terus terhenti,” ujar Kumtua Kaparang, (21/01).

Ia kemudian berdalih sulit untuk mencari buruh pekerja untuk proyek. Padahal dalam pelaksanaan proyek sudah pasti ada hari orang kerja atau HOK, yang ditata dan bisa diganti-ganti orang seandainya ada yang tidak masuk.

“Oras padi begini biar mo pintuas tu orang kerja dorang nimau, (musim padi walaupun dipaksakan tidak ada yang mau), ucap Kaparang berdalih.

Terkait hal ini, tentunya perlu adanya evaluasi kinerja Kumtua Koreng yang terkesan lalai dan ‘pandang enteng‘ dalam mengelola anggaran Dana Desa. Sehingga sisa anggaran tidak tau dikemanakan.

Tidak hanya itu, Kaparang pun kerap terpantau membiarkan Kantor Desa kosong pegawai, yang nota bene merupakan tempat pelayanan publik. Beberapa kali ketika hendak melakukan konfirmasi, Kantor Desa tidak ada petugas piket, bahkan Kumtua dan Sekdes pun terpantau kerap tidak berada di kantor. Saat konfirmasi terkait hal ini pun harus dilakukan di kediaman Kumtua. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Kamis, 10 September 2026 - 12:12 WIB

Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan

Senin, 7 September 2026 - 17:51 WIB

Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Berita Terbaru