Konferensi Pers: Polres Minsel Ungkap Pembunuhan Tukang Ojek di Ranoketang Tua Minsel

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapolres Minsel saat memimpin Konferensi Pers, menghadirkan tersangka.

Foto: Kapolres Minsel saat memimpin Konferensi Pers, menghadirkan tersangka.

MINSEL, Telusur News,- Kasus pembunuhan yang terjadi di Ranoketang Tua, Amurang, Minahasa Selatan yang sempat viral di media sosial (medsos) kini ditangani Polres Minahasa Selatan (Minsel).

Pembunuhan merenggut nyawa seorang lelaki paruh baya RAM (52), yang berprofesi sebagai tukang ojek, warga Kel. Buyungon, Kec. Amurang, Kab. Minsel, dan pelakunya (tersangka) adalah pemuda RS (21), warga Desa Ranoako, Kec. Touluaan Selatan, Kab. Minahasa Tenggara (Mitra).

“TKP pembunuhan di Jalan Raya antara Desa Ranoketang Tua dan Desa Kilometer Tiga, Kec. Amurang, Kab. Minsel, pada Selasa 4 Februari 2025, sekira pkl. 19.30 wita,” ungkap Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega, SIK, MH, dalam Konferensi Pers, yang dilaksanakan pada, Rabu (12/02/2025).

Setelah sebelumnya sempat buron, tersangka RS kemudian diringkus Polisi di Kota Manado.

“Usai melakukan aksinya, tersangka sempat melarikan diri ke arah Bolsel, kemudian Manado dan menyerahkan diri di Polsek Tikala, selanjutnya dijemput oleh Tim Resmob Polres Minsel,” ujar Kapolres, didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ahmad A.A. Pratama, STrK, SIK, dan Kasi Humas Iptu Paebang Gama.

Baca Juga :  GRP Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Inovasi Produksi Berkelanjutan

Dalam Konferensi Pers yang diadakan di ruang lobby Polres Minsel ini terungkap bahwa kejadian pembunuhan dilatarbelakangi motif emosi tersangka karena korban disangka menggoda tantenya.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik, kejadian berawal saat korban membawa penumpang perempuan SL yang adalah tante dari tersangka, arah Amurang menuju Desa Ranoako. Dalam perjalanan, SL ini digoda-goda oleh korban dengan kata-kata yang tidak sopan. Merasa takut, SL menyuruh berhenti di Desa Ranoketang Tua dengan alasan untuk mengambil uang,” terang Kapolres, kepada sejumlah wartawan Biro Minsel.

Perempuan SL yang diketahui adalah tante tersangka, kemudian menceritakan kepada perempuan ST yang merupakan pacar tersangka. Dan keduanya kemudian menceritakan hal tersebut kepada tersangka, yang selanjutnya menjadi awal mula muncul niat RS untuk membunuh korban.

Baca Juga :  Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Pendidikan di Sekolah Dasar Kota Bekasi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp. 3,1 M

Mendengar hal tersebut tersangka RS merasa emosi, kemudian mengajak seorang temannya untuk mengejar korban yang pada saat itu sedang berada di Jalan Raya antara Desa Ranoketang Tua dan Desa Kilometer Tiga. Tak menunggu lama, tersangka kemudian langsung menikam korban menggunakan pisau badik yang dibawanya, dibagian dada dan kaki.

Dalam pelariannya di wilayah Kab. Bolsel, tersangka sempat membuang babuk Sajam pisau badik, namun babuk tersebut berhasil ditemukan oleh Tim Resmob Polres Minsel yang berkoordinasi dengan Tim Resmob Polres Bolsel.

Akibat perbuatannya, tersangka RS disangkakan pasal 340 KUHP subs pasal 338 KUHP, dengan ancaman maksimal pidana mati atau kurungan badan seumur hidup. (toar)

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Semester I 2026, Lebih Dari 17 Ribu Masyarakat Jawa Barat Rasakan Manfaat Program TJSL PLN
PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi
‎KEJARI KOTA BEKASI: Kabid Pasar Disdagperin Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Resmi Ditahan!
‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎
Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026
Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:49 WIB

Semester I 2026, Lebih Dari 17 Ribu Masyarakat Jawa Barat Rasakan Manfaat Program TJSL PLN

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:37 WIB

PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:36 WIB

‎KEJARI KOTA BEKASI: Kabid Pasar Disdagperin Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Resmi Ditahan!

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:38 WIB

‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎

Senin, 13 Juli 2026 - 22:28 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Berita Terbaru

Berita

PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 07:37 WIB