GRP Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Inovasi Produksi Berkelanjutan

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, 18 Maret 2025 –PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), salah satu produsen baja terintegrasi terbesar di Indonesia, menggelar buka puasa bersama dengan media dari Bekasi, Cikarang, dan sekitar.

Lebih dari momen kebersamaan, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pandangan strategis perusahaan mengenai tantangan dan masa depan industri baja nasional.

Selain itu, juga menegaskan komitmen GRP terhadap praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Dalam diskusi, GRP menyoroti tantangan serius yang dihadapi industri baja nasional.

Terutama, terkait meningkatnya volume impor baja. Berdasarkan data Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), konsumsi baja nasional terus tumbuh dari 15 juta ton pada 2020 menjadi 17,4 juta ton pada 2023, dan diperkirakan mencapai 18,3 juta ton pada 2024. Namun, hampir separuh dari kebutuhan tersebut masih dipenuhi produk impor, khususnya dari Tiongkok, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Persaingan industri bukan hanya soal harga, tetapi juga soal tanggung jawab. Kami meyakini bahwa keberlanjutan dan kualitas harus menjadi prioritas utama dalam membangun infrastruktur nasional. Produk baja yang digunakan harus aman, tahan lama, dan diproduksi secara bertanggung jawab,” ujar Presiden Direktur GRP, Fedaus.

Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan, imbuh Fedaus, GRP telah mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) dalam proses produksinya. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan scrap baja atau baja bekas hingga lebih dari 70 persen sebagai bahan baku utama, yang kemudian diolah menjadi produk baja baru berkualitas tinggi.

Baca Juga :  Swasembada Pangan, Komitmen Pemerintah Menuju Kemandirian Pangan Nasional

Pendekatan ini juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan terhadap bahan mentah baru, dan memperpanjang siklus hidup baja.

“Dengan memanfaatkan baja bekas sebagai bahan baku utama, kami mengubah limbah menjadi nilai. Ini adalah bentuk tanggung jawab GRP dalam menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus menciptakan efisiensi dalam rantai pasokan,” lanjut Fedaus.

Komitmen GRP terhadap lingkungan tidak hanya tercermin dari proses produksinya, tetapi juga melalui berbagai inisiatif non-produksi. Menurut Fedaus, GRP secara aktif melakukan penghijauan di sekitar area operasional sebagai bagian dari upaya memitigasi dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

Hingga akhir 2023, GRP menanam lebih dari 9000 pohon dengan 78 varietas di area operasional dan sekitarnya.

Selain itu, tuturnya, GRP juga menerapkan pengelolaan limbah yang ketat serta efisiensi dalam penggunaan air. Sistem sirkulasi tertutup memungkinkan air hasil proses produksi dialirkan kembali ke cooling tower dan digunakan ulang untuk operasional, sehingga mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan.

Di sisi sosial, jelas Fedaus, GRP terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial/Corporate Social Responsibility yang berdampak langsung pada masyarakat.

Beberapa inisiatif unggulan meliputi dukungan terhadap program pengentasan stunting, penanaman mangrove, serta aksi penanaman pohon trembesi dan angsana di daerah sempadan Kali Cikarang.

GRP juga berperan aktif dalam perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan di wilayah operasional perusahaan. Salah satunya, di Desa Sukadanau, Cikarang Barat.

“Bagi kami, keberlanjutan adalah soal keseimbangan antara bisnis, lingkungan, dan masyarakat. GRP ingin tumbuh bersama komunitas sekitar dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Fedaus.

Baca Juga :  Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara

Dengan kombinasi antara inovasi teknologi, kepedulian lingkungan, dan komitmen sosial, GRP terus membuktikan diri sebagai perusahaan baja nasional yang memiliki visi jangka panjang. ”GRP percaya bahwa masa depan industri baja Indonesia terletak pada pelaku industri yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga bertanggung jawab dan berpikir jauh ke depan,” tutup Fedaus.

Tentang GRP
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) adalah anggota dari Gunung Steel Group, salah satu perusahaan baja swasta terbesar di Indonesia.

Didirikan pada tahun 1970 di Medan, Sumatera Utara, perusahaan kami memulai bisnis dengan memproduksi baja panas, secara bertahap memproduksi balok dan lembaran baja.

Pada tahun 1991, PT Gunung Naga Mas berubah menjadi PT Gunung Raja Paksi (GRP). GRP berlokasi di Cikarang Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, dengan luas area lebih dari 200 hektar.

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri baja, GRP memiliki kapasitas produksi 1.200.000 ton baja rendah karbon dan berkualitas tinggi setiap tahun-nya yang disertifikasi oleh organisasi sertifikasi lokal maupun internasional.

Aktivitas GRP sejalan dengan standar internasional seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), Global Reporting Initiative (GRI), dan Prinsip-prinsip ResponsibleSteel.

GRP didukung oleh tenaga kerja yang berdedikasi dan nilai-nilai perusahaan yang kuat. Perusahaan ini meluncurkan Buku Panduan Strategi ESG pada Oktober 2022 untuk memandu strategi bisnis perusahaan, dan diikuti dengan Net Zero Roadmap pada Februari 2023.

Sumber Berita : GRP

Berita Terkait

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Kemnaker Siapkan Akses Pelatihan dan Kerja bagi Penyintas Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terbaru

DKI Jakarta

Penyandang Disabilitas Butuh Negara, Bukan Sekadar Sepeda!

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:48 WIB