‎Pemkot Bekasi Akan Menggelar Pasar Murah Bersubsidi, Berikut Infonya

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) akan menggelar Pasar Murah Bersubsidi di 12 kecamatan. Ini merupakan program untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan bahan penting di tingkat kabupaten/kota, saat bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

‎Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti menjelaskan bahwa pemantauan harga di lapangan menunjukkan adanya tren kenaikan pada beberapa komoditas tertentu.

‎”Untuk menghadapi hari raya Idul Fitri, kami dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi melakukan pengecekan harga terkait dengan kestabilan harga pokok. Ada beberapa yang memang harganya stabil, namun ada juga yang naik dan sangat melambung, khususnya cabai rawit merah. Kenaikan juga sudah mulai terlihat pada komoditas daging sapi dan ayam,” ujar Ika kepada Wartawan di Kantor nya, Rabu (25/02/2026).

‎Sebagai respons cepat, pemerintah telah menjadwalkan pasar murah bersubsidi yang akan berlangsung selama lima hari berturut-turut pada awal bulan Maret 2026 mendatang.

‎”Kita akan lakukan rencana mulai tanggal 2 sampai dengan 6 Maret (2026), dari hari Senin sampai dengan hari Jumat, di kecamatan masing-masing. Namanya Pasar Murah Bersubsidi dan informasi lengkapnya akan diumumkan oleh setiap Camat,” jelasnya.

‎Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan tahun ini akan berkaitan juga dengan data terpadu sosial ekonomi nasional (DTSEN) dari Dinas Sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran, mengingat adanya keterbatasan anggaran dibandingkan tahun lalu.

‎”Tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena ketersediaan pagu anggaran kita lebih sedikit, sehingga kita harus lebih bijak dalam menentukan siapa yang membeli. Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar juga menggunakan Data TSEN untuk menentukan pembeli,” tambahnya.

‎Ia menekankan, bahwa meskipun program ini ditujukan untuk stabilitas harga secara umum, prioritas tetap diberikan kepada warga yang terdaftar dalam Data TSEN agar tidak terjadi antrean yang tidak terkendali atau salah sasaran.

‎”Program ini sebenarnya lebih kepada ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat. Namun, karena anggaran yang terbatas, kebijakan Pak Wali Kota adalah agar bantuan ini diutamakan bagi warga yang ada di dalam Data TSEN Dinas Sosial,” pungkasnya.

Baca Juga :  BPBN dan LIN Kota Bekasi Menggalang Dana Kemanusiaan Korban Bencana Cianjur

Berita Terkait

Bea Cukai Watch (BCW): Jangan Berhenti pada Pertukaran Data, Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak
Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Bea Cukai Watch (BCW): Jangan Berhenti pada Pertukaran Data, Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Berita Terbaru

DKI Jakarta

Penyandang Disabilitas Butuh Negara, Bukan Sekadar Sepeda!

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:48 WIB