
UPTD Puskesmas Jatimakmur resmi meluncurkan SIBESTI (Skrining Bebas TBC), sebuah inovasi layanan kesehatan digital yang mempermudah masyarakat mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) hanya dengan memindai kode QR (scan barcode) melalui telepon genggam.
Langkah ini dihadirkan guna mempercepat penemuan kasus serta mendukung target eliminasi TBC nasional.
Melalui SIBESTI, warga tidak perlu lagi menunggu antrean pemeriksaan fisik hanya untuk melakukan deteksi awal.
Cukup memindai barcode yang tersebar di media informasi digital maupun area pelayanan Puskesmas Jatimakmur, masyarakat akan langsung diarahkan ke formulir berbasis web untuk mengisi pertanyaan sederhana terkait gejala dan faktor risiko TBC.

Kepala UPTD Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm., M.Farm., menegaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata adaptasi teknologi dalam sektor pelayanan publik.
“SIBESTI merupakan bentuk transformasi pelayanan kesehatan yang memanfaatkan teknologi digital agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan skrining kapan saja dan di mana saja,” ujar Dinni.

Alur Penanganan dan Pencegahan Penularan TBC
Hasil skrining mandiri ini secara otomatis memetakan tingkat risiko seseorang. Bagi warga yang teridentifikasi memiliki risiko, sistem akan mengarahkan mereka untuk segera melakukan pemeriksaan dahak atau penunjang lanjutan di Puskesmas Jatimakmur.
Dinni menjelaskan bahwa penanganan medis siap diberikan secara menyeluruh, baik bagi pasien terkonfirmasi maupun orang-orang terdekat di sekitarnya.
“Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif menderita Tuberkulosis, pasien akan mendapatkan pengobatan TB rutin selama 6 bulan. Sementara itu, apabila orang yang melakukan kontak erat hasil pemeriksaannya negatif, maka mereka wajib minum TPT (Therapy Pencegahan Tuberculosis),” jelas Dinni.
Skrining dini menjadi kunci utama memutus rantai penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, kesadaran warga untuk memanfaatkan fasilitas digital ini sangat diharapkan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melakukan skrining mandiri melalui SIBESTI. Semakin cepat TBC ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat dimulai sehingga peluang sembuh menjadi lebih besar dan risiko penularan dapat ditekan,” imbau Dinni.
Melalui kemudahan akses SIBESTI dan kolaborasi aktif antara tenaga medis dengan warga, UPTD Puskesmas Jatimakmur optimistis target bebas TBC dapat diwujudkan bersama. Segera pindai barcode SIBESTI di Puskesmas Jatimakmur dan pastikan Anda serta keluarga terlindungi dari risiko TBC. (ADV)
















