‎Imigrasi Bekasi Tetapkan 7 Desa Binaan untuk Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi secara resmi meluncurkan program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan mengutus Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
‎
‎Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pengawasan serta mengedukasi masyarakat mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
‎
Program ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-12.GR.03.05 Tahun 2025. Untuk tahun 2026, terdapat tujuh desa/kelurahan yang dipilih menjadi titik fokus pembinaan karena dinilai memiliki kerawanan keimigrasian yang cukup tinggi.
‎
Pihak Imigrasi Bekasi menjelaskan bahwa pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada data lapangan yang menunjukkan tingginya mobilitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta keberadaan tenaga kerja asing di daerah tersebut.
‎
‎”Wilayah tersebut dipilih berdasarkan potensi kerawanan keimigrasian, termasuk tingginya mobilitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), keberadaan tenaga kerja asing, serta risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia (TPPM),” tulis keterangan resmi Imigrasi Bekasi belum lama ini.
‎
‎Adapun tujuh wilayah yang ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi tahun 2026 adalah Sindangjaya, Mekarmukti, Teluk Pucung, Harapan Jaya, Kaliabang Tengah, Mustika Jaya dan Ciketing Udik
‎
Melalui petugas PIMPASA, Imigrasi Bekasi berkomitmen untuk turun langsung melakukan sosialisasi dan deteksi dini terhadap potensi permasalahan keimigrasian di tengah masyarakat.
‎
‎”Dengan pendekatan berbasis masyarakat ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Imigrasi Bekasi dan masyarakat dalam mencegah PMI nonprosedural serta meningkatkan kesadaran hukum keimigrasian,” lanjut pihak Imigrasi Bekasi.
‎
‎Melalui koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib, serta memberikan pelayanan publik yang lebih responsif dan dekat dengan warga Bekasi.

Baca Juga :  Imigrasi Bekasi Tegaskan Penulisan Nama pada Paspor Tanpa Gelar

Penulis : M Lengkong

Editor : Red

Berita Terkait

‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan
Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Lembaga GRIM Tegaskan Dukungan Kebebasan Pers dan Aksi Damai Wartawan di Kabupaten Bekasi
Cegah TPPO dan TPPM dari Hulu, Imigrasi Bekasi Gandeng 9 Desa/Kelurahan
‎Imigrasi Bekasi Kedepankan Pengawasan Terukur dan Asistensi untuk Menjaga Iklim Investasi
Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:02 WIB

‎Lembaga GRIM Tegaskan Dukungan Kebebasan Pers dan Aksi Damai Wartawan di Kabupaten Bekasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Cegah TPPO dan TPPM dari Hulu, Imigrasi Bekasi Gandeng 9 Desa/Kelurahan

Rabu, 30 September 2026 - 20:02 WIB

‎Imigrasi Bekasi Kedepankan Pengawasan Terukur dan Asistensi untuk Menjaga Iklim Investasi

Berita Terbaru

Ketenagakerjaan

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK agar Siap Kerja atau Berwirausaha

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:59 WIB