oleh

SMAN 1 Tareran Komitmen Melayani di Masa Pandemi Kedepankan Anjuran Pemerintah

MINAHASA SELATAN —  Adanya kasus covid-19 yang terjadi di Kecamatan Tareran dan siswa yang terpapar covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu, Kepala Sekola (Kepsek) SMA Negeri 1 Tareran Drs. Victor Kowel mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanggulangan.

Saat Jurnalis Media Telusur Biro Minahasa Selatan menyambangi kediamannya, Kamis (29/07/2021) siang, dalam wawancara Victor Kowel mengatakan bahwa sekolah SMAN 1 Tareran telah mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka namun setelah ada siswa yang terkofirmasi terpapar covid-19 melalui klaster keluarga, dengan terpaksa kegiatan belajar tatap muka tersebut dibatalkan.

“Dengan adanya kasus covid-19 ini apalagi dengan adanya siswa terkonfirmasi kasus positif, jadi sekolah kita sebenarnya sudah mempersiapkan pembelajaran tatap muka dibatalkan,” katanya.

Kowel melanjutkan, dengan adanya kasus covid-19 yang terjadi di Kecamatan Tareran, SMAN 1 Tareran kemudian melakukan pembatasan kegiatan belajar-mengajar di sekolah sekaligus melaksanakan Instruksi Gubernur Sulawesi Utara terkait penanganan Covid-19, khususnya pelaksanaan PPKM.

“Sekaligus melaksanakan instruksi gubernur sehingga pelayanan terhadap siswa dan orang tua oleh guru melalui pembelajaran jarak jauh yaitu daring, jadi itu tetap jalan, dan guru memberi laporan kepada saya,” ungkap Kowel.

Kowel menuturkan bahwa semua siswa yang kontak erat sudah menjalani isolasi mandiri (isoman) hingga selesai. Namun ia tidak menampik bila masih ada anak didik yang masih dalam perawatan di rumah.

“Anak-anak yang kontak erat keluarga, isolasi sampai 12 hari dan sudah selesai, tinggal anak yang positif yang masih sementara dalam perawatan tapi perawatan di rumah,” ungkapnya.

Namun demikian, Kowel membeberkan bahwa di sekolah tetap diadakan kegiatan bimbingan untuk siswa-siswa berprestasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Dan guru serta staff tata usaha diberlakukan piket bergantian (sift).

“Siswa yang datang di sekolah itu siswa yang sementara dibimbing untuk kegiatan kompetensi science nasional propinsi, karena ada dua yang lolos ke tingkat propinsi dipersiakan ke tingkat nasional,” beber Kowel.

“Ada juga beberapa siswa yang sementara dibimbing untuk FLS2N Festival Lomba Seni Siswa Nasional, jadi hanya mereka yang pergi ke sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ada,”

Victor Kowel kemudian mengajak seluruh pihak untuk tetap bersabar dalam menghadapi pandemi covid-19 yang menurutnya semakin merajalela. Dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan 5M, (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas).

“Saya sebagai Kepala Sekolah pertama tentu dengan domain saya sebagai Kepala Sekolah saya selalu mengajak guru-guru, staff tata usaha, anak didik untuk sabar karena di masa pandemi covid-19 yang merajalela,” tuturnya.

Komitmen Kepala Sekolah SMAN 1 Tareran Drs. Victor Kowel yaitu tetap melaksanakan pelayanan yang terbaik di tengah masa pendemi covid-19 dengan mengedepankan anjuran pemerintah.

“Saya bilang bersabar melayani semua walaupun ada pandemi tetap pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat jalan dengan baik, dan itu yang dilaksanakan oleh guru-guru maupun pegawai,” tutupnya. (Toar Lengkong).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed